UKMPR Unsoed Dorong Inovasi Lingkungan Berkelanjutan lewat Pemanfaatan Biopori

  • 05 Mei 2026 14:05 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Riset Universitas Jenderal Soedirman (UKMPR Unsoed) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat. Melalui Departemen Pengembangan Organisasi, UKMPR menggelar kegiatan Training Instruktur pada Sabtu (25/5/2026) di Kelurahan Kober.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses kaderisasi di UKMPR yang tidak hanya berfokus pada pengembangan internal organisasi, tetapi juga diarahkan pada kontribusi nyata kepada masyarakat. Training Instruktur menjadi wadah untuk membentuk kader yang aktif, kontributif, sekaligus peka terhadap isu-isu lingkungan di sekitarnya.

Mengusung tema “Muda Ngabdi, Manca Aksi: Mendorong Inovasi Berkelanjutan melalui Implementasi Biopori”, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara UKMPR Unsoed, Dinas Lingkungan Hidup Banyumas (DLH), serta Program Kampung Iklim (ProKlim) Kelurahan Kober. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi mahasiswa serta masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Kober Arief Pram Wahyudi, Pembina UKMPR Afik Hardanto, Ketua ProKlim Afrisal Kurniawan, serta Presiden UKMPR Venna Firena. Selain itu, warga Kelurahan Kober juga turut berpartisipasi sebagai peserta.

Ketua pelaksana, Fajar Mualim Sidik, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga keterampilan praktis kepada masyarakat, khususnya dalam pengelolaan lingkungan melalui pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Mahasiswa UKMPR berperan sebagai fasilitator dalam proses edukasi tersebut.

“Kegiatan ini kami rancang untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis dalam pengelolaan lingkungan, khususnya melalui penerapan lubang resapan biopori,” ujar Fajar dalam keterangan yang diterima RRI, Selasa (5/5/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi yang disampaikan oleh mahasiswa UKMPR, Alya Silva Nabila dan Denise Amanda. Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan pada manfaat Lubang Resapan Biopori, mulai dari pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos hingga meningkatkan daya serap air tanah dan mengurangi risiko banjir.

“Biopori bukan hanya membantu mengurangi sampah organik, tetapi juga meningkatkan resapan air dan menjadi solusi sederhana untuk mengurangi risiko banjir,” kata Alya dalam sesi sosialisasi.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan Lubang Resapan Biopori di lima titik di wilayah RT 07 RW 01 Kelurahan Kober. Melalui praktik ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, UKMPR Unsoed berharap mahasiswa dan masyarakat dapat terus mengembangkan inovasi sederhana yang berdampak besar bagi kelestarian lingkungan. Peran generasi muda sebagai agen perubahan pun diharapkan semakin nyata dalam mendukung upaya inovasi lingkungan berkelanjutan di tingkat lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....