Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Merah Tembus Rp68 Ribu per Kg

  • 05 Mei 2026 13:02 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Memasuki momen menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional mulai merangkak naik. Komoditas cabai menjadi yang paling menonjol karena mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasanya.

Seorang pedagang sayuran Pasar Manis Purwokerto, Kamisah, menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai mulai terjadi secara mendadak sejak Senin (4/5/2026). Menurutnya, kenaikan paling drastis terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang harganya melesat jauh dari harga normal.

“Sekarang harga cabai rawit merah sudah tembus Rp68.000/kg. Padahal sebelumnya saya cuma jual di harga Rp48.000/kg. Jadi naiknya sudah banyak sekali,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia merinci bahwa selain rawit merah, jenis cabai lainnya juga ikut naik meski tidak sedrastis rawit merah. Cabai merah kini berada di harga Rp44.000/kg dari sebelumnya Rp36.000/kg, sementara cabai hijau naik menjadi Rp24.000/kg dari harga awal Rp20.000/kg.

Lonjakan harga ini diketahui terjadi bukan semata-mata karena faktor menjelang Idul Adha, melainkan akibat menipisnya stok barang di tingkat produsen. Hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca beberapa waktu terakhir yang sering dilanda hujan deras bahkan angin kencang.

"Yang jelas stoknya menurun, di pasaran tidak begitu banyak. Kalau menurut saya Idul Adha kan sebenarnya masih agak jauh, jadi memang karena stok yang berkurang," katanya.

Kondisi ini pun memicu berbagai reaksi dari para pelanggan. Banyak pembeli yang mengeluhkan kenaikan harga yang tiba-tiba ini saat bertransaksi di pasar. Para pelanggan seringkali membandingkan harga hari ini dengan harga sebelumnya yang masih relatif terjangkau.

Terakhir, Kamisah berharap agar pemerintah atau pihak terkait dapat segera menstabilkan harga-harga pokok di pasaran agar tidak semakin membebani masyarakat. Ia menekankan pentingnya ketersediaan pasokan agar konsumen tidak kesulitan.

“Harapan saya ya harga-harga bisa distabilkan saja. Yang penting stok di pasaran tetap ada, biar konsumen tidak kelabakan,” ujarnya menutup percakapan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....