Pemkab Banyumas-Lapas Purwokerto Perkuat Sinergi Pembinaan Warga Binaan

  • 04 Mei 2026 20:07 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Jajaran Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto menggelar penandatanganan kerja sama sekaligus penyerahan bantuan sosial di Aula Lapas, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini dihadiri bupati Banyumas, kepala lapas, serta sejumlah tamu undangan.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa pembinaan warga binaan bukan hanya tanggung jawab lapas, tetapi juga menjadi peran bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Ia mendorong agar program pembinaan kepribadian dan kemandirian terus diperkuat dan diarahkan secara lebih optimal. Menurutnya, pembinaan kepribadian berperan membentuk karakter, moral, dan kesadaran hukum, sedangkan pembinaan kemandirian membekali keterampilan agar warga binaan mampu kembali ke masyarakat secara produktif.

“Pendekatan humanis, edukatif, dan produktif harus menjadi dasar agar proses reintegrasi sosial berjalan berhasil,” ujarnya.

Sadewo juga menilai bantuan sosial yang disalurkan dapat memperkuat proses pembelajaran serta meningkatkan kualitas diri warga binaan selama menjalani masa pidana.

“Gunakan kesempatan ini untuk berubah. Persiapkan diri agar bisa kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menegaskan komitmennya untuk menghapus stigma negatif terhadap warga binaan melalui penguatan program pembinaan.

Ia menyebut dukungan dari berbagai kepala dinas di Banyumas sangat membantu, mulai dari bantuan alat musik hingga program pembinaan di bidang pertanian, keagamaan, serta kepemudaan dan olahraga.

Aliandra menilai warga binaan memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Ia mencontohkan hasil pembinaan yang sudah terlihat, seperti penampilan seni musik dalam kegiatan tersebut.

“Lapas ini bukan semata-mata sekumpulan manusia yang dianggap tidak berguna. Melalui bantuan seluruh kepala dinas, adik-adik kita di sini telah menunjukkan hasil pembinaan, salah satunya melalui penampilan seni musik yang tadi kita saksikan bersama,” ujarnya.

Meski sebagian besar kasus yang ditangani berkaitan dengan narkotika, pencurian, dan perampokan, pihaknya tetap menjaga kondisi Lapas tetap kondusif. Ia menekankan pentingnya transparansi untuk mencegah penyalahgunaan narkotika maupun pelanggaran lainnya.

“Kami terus menekan potensi gangguan. Pembinaan rohani juga kami lakukan setiap hari melalui ceramah agama dan penguatan nilai kesabaran,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, jajaran pemasyarakatan di Banyumas juga memperkuat sinergi antarunit, meliputi Lapas Kelas IIA Purwokerto, Lapas Narkotika Purwokerto, Rumah Tahanan Banyumas, serta Balai Pemasyarakatan Purwokerto.

Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan inklusif, sekaligus membuka peluang bagi warga binaan untuk kembali diterima di masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....