Bupati Banyumas Jadi “Marketing” Pembangunan Daerah

  • 04 Mei 2026 14:32 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional, Pemerintah Kabupaten Banyumas dituntut berpikir lebih kreatif untuk menjaga laju pembangunan tetap berjalan. Tak lagi bisa hanya bergantung pada transfer dana pusat, kepala daerah kini harus berperan layaknya seorang “marketing” yang mampu menjual potensi daerahnya.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa strategi tersebut menjadi kunci di era keterbatasan fiskal saat ini. yakni kepala daerah harus aktif menawarkan program pembangunan yang realistis dan tepat sasaran kepada pemerintah pusat.

“Nah, makanya saya itu bupati yang menjadi marketing juga, agar bagaimana di tengah anggaran yang sedang efisiensi, tapi pembangunan tetap bisa jalan,” ujar Sadewo Senin ( 4/5/2026).

Salah satu langkah konkret yang tengah diusulkan adalah pembangunan sekolah terintegrasi di wilayah Kecamatan Banyumas. Pemerintah daerah bahkan telah menyiapkan lahan seluas sekitar 20 hektare untuk mendukung realisasi program tersebut.

Upaya ini, menurut Sadewo, merupakan bentuk adaptasi pemerintah daerah agar tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan mampu menarik dukungan dari pusat melalui program yang matang dan terukur.

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Jenderal Soedirman, Ahmad Sabiq, menilai strategi “menjual daerah” ini memang menjadi keniscayaan. Terlebih, Banyumas memiliki nilai lebih yang bisa diangkat, termasuk kedekatan historis dengan Presiden Prabowo Subianto.

Yakni leluhur Presiden Prabowo Subianto berasal dari wilayah ini, bahkan kakek Presiden yakni R.M. Margono Djojohadikusumo, yang dikenal sebagai pendiri BNI sekaligus tokoh koperasi Indonesia, merupakan putra asli Banyumas. Hingga kini, makam leluhur keluarga Djojohadikusumo masih terawat rapi di Dawuhan, Banyumas.

Namun, Ahmad Sabiq mengingatkan bahwa pendekatan emosional saja tidak cukup. Pemerintah daerah tetap harus menyelaraskan programnya dengan prioritas nasional, termasuk visi Asta Cita yang diusung pemerintah pusat.

“Upaya ‘nyundul’ anggaran tidak akan berhasil jika program yang diajukan tidak selaras dengan prioritas pusat. Narasi kebanggaan lokal harus dibarengi kesiapan teknis yang matang,” kata Sabiq.

Lanjutnya dengan strategi yang tepat, Banyumas dinilai memiliki peluang untuk tetap bergerak maju meski berada di tengah tekanan efisiensi anggaran. “ Kuncinya bukan lagi sekadar menunggu, melainkan aktif menawarkan gagasan pembangunan yang relevan dan menjanjikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutup Sabiq.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....