Penutupan Jembatan Serayu: Ini Rute Alternatif Kendaraan

  • 04 Mei 2026 12:45 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Guna mendukung kelancaran perbaikan infrastruktur, Jembatan Serayu di Kabupaten Banyumas akan ditutup total selama kurang lebih 45 hari. Penutupan yang dimulai dari tanggal 15 Juni hingga 30 Juli tersebut dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY.

Untuk mengantisipasi kemacetan, Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif bagi para pengguna jalan. Oktavia Yulianto, S.E., selaku Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan tiga prioritas jalur alternatif berdasarkan jenis kendaraan.

Hal ini dilakukan agar arus lalu lintas dari dan menuju Banyumas tetap berjalan lancar meskipun ada penutupan jembatan.

"Kami menyiapkan tiga prioritas sebenarnya. Yang pertama untuk sepeda motor dan kendaraan pribadi bisa melewati Mandirancan langsung ke Pertigaan Laut Banyumas. Untuk kendaraan besar dan bus, pilihannya bisa melalui Rawalo, Menganti, sampai Simpang Buntu menuju Jogja," ujarnya.

Lebih lanjut, lonjakan kemacetan di titik-titik rawan akan diantisipasi dengan penempatan rambu penunjuk arah serta pemecahan arus sebelum kendaraan memasuki mulut jembatan. Beberapa titik strategis yang dipasangi rambu informasi meliputi Simpang Buntu, Simpang Rumah Sakit Banyumas, Simpang Kaliori, hingga Pertigaan Kalibagor.

Selain pengalihan arus, Dishub Banyumas juga memberlakukan pembatasan tonase kendaraan secara ketat demi menjaga keselamatan di jalur alternatif yang digunakan. Kendaraan barang dengan muatan di atas 8 ton dilarang melintasi rute-rute tertentu, seperti Jembatan Pegalongan.

"Kami sudah memasang rambu larangan untuk kendaraan barang yang melebihi 8 ton di beberapa titik strategis, seperti di Simpang Mandirancan, Simpang Jembatan Pegalongan, Simpang Jalan Pekunden, Simpang Pertigaan Bakmi Gareng, dan Jalan Kuron dekat Hotel Akbar," ucapnya.

Untuk menyosialisasikan kebijakan ini kepada masyarakat luas, pihak Dishub Banyumas memanfaatkan siaran langsung di media massa serta mengoptimalkan berbagai akun media sosial lokal agar informasi pengalihan arus ini tersebar secara real-time. Terakhir, Okta menyampaikan imbauannya kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan selama masa perbaikan jembatan berlangsung.

"Harapan kami, masyarakat selalu mematuhi peraturan lalu lintas nasional yang berlaku dan mengikuti arahan petugas yang bekerja di lapangan. Semua ini dilakukan agar perjalanan masyarakat tetap aman dan bisa selamat sampai ke tempat tujuan," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....