AGSI Ziarah ke Makam Rektor Pertama UI di Wonosobo
- 04 Mei 2026 10:17 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara: Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Kabupaten Wonosobo kembali menunjukkan komitmennya dalam menghidupkan kesadaran sejarah melalui kegiatan Lawatan Sejarah. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 2 Mei 2026, di situs Komplek Pemakaman Candiwulan, Ketinggring, Wonosobo.
Kegiatan ini diikuti oleh 38 pemerhati sejarah dari berbagai latar belakang, meliputi guru sejarah, pelajar, serta anggota AGSI. Lawatan ini menjadi ruang belajar kontekstual yang menggabungkan praktik langsung dengan refleksi nilai-nilai kesejarahan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah dan tabur bunga di makam tokoh penting, dilanjutkan dengan napak tilas sejarah, diskusi tokoh, serta refleksi nilai kepemimpinan dan nasionalisme. Suasana khidmat dan penuh makna terasa saat peserta menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pendahulu.
Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, maka tokoh utama yang menjadi fokus lawatan adalah Ir. Raden Mas Pandji Soerachman Tjokroadisoerjo, sosok penting dalam sejarah pendidikan tinggi Indonesia. Ia merupakan rektor pertama Universitas Indonesia (UI) yang menjabat pada periode 1950–1951, masa transisi dari Universiteit van Indonesie menuju universitas nasional.
Lahir di Wonosobo pada 30 Agustus 1894, Ir. Soerachman menempuh pendidikan teknik kimia di Delft, Belanda, dan lulus pada tahun 1920. Selain berkiprah di dunia pendidikan, ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Kemakmuran dan Menteri Keuangan. Kepemimpinannya menjadi fondasi penting dalam penguatan identitas pendidikan nasional pasca kemerdekaan. Beliau wafat di Den Haag, Belanda, pada tahun 1954.
Ketua AGSI Wonosobo, Yularti, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan, tetapi upaya membangun kesadaran sejarah secara mendalam.
“Lawatan sejarah ini menjadi sarana belajar yang hidup. Peserta tidak hanya mengetahui sejarah, tetapi juga merasakan dan memaknai perjuangan tokoh secara langsung. Ini penting untuk menumbuhkan karakter dan jati diri kebangsaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Suwondo Yudhistiro, S.Sos.I., M.Ag., selaku Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo sekaligus Dewan Penasihat AGSI Wonosobo yang turut hadir, memberikan pesan inspiratif kepada para peserta untuk terus bersemangat menggelar kegiatan serupa.
“Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus menjadi pijakan dalam membangun masa depan. Generasi muda perlu meneladani semangat, integritas, dan pengabdian tokoh seperti Ir. Soerachman agar mampu berkontribusi nyata bagi bangsa dan daerah,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, AGSI Wonosobo berharap nilai-nilai kepemimpinan, nasionalisme, dan kecintaan terhadap sejarah dapat terus tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda. Lawatan sejarah semacam ini menjadi bukti bahwa pembelajaran sejarah tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga hidup di ruang-ruang memori kolektif bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....