Menjaga Marwah Adat Jawa Ditengah Arus Modernisasi

  • 04 Mei 2026 08:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas : Di tengah derasnya arus modernisasi, pelestarian tata upacara adat Jawa menjadi tantangan tersendiri agar tetap relevan bagi masyarakat. Kehadiran komunitas budaya seperti Permadani Kabupaten Banyumas menjadi krusial dalam menjaga marwah dan nilai-nilai luhur tradisi agar tidak tergerus zaman.

Rita Indrawati, Sekretaris Pawiyatan Bergada 4 Permadani Kabupaten Banyumas, menjelaskan bahwa peran perempuan, terutama para ibu, sangat vital sebagai garda terdepan pelestarian budaya. Menurutnya, pemahaman mengenai detail adat seperti prosesi pernikahan hingga siklus kelahiran anak harus terus digaungkan agar tidak terlupakan oleh generasi penerus.

“Untuk tahun ini saya melihat animo anak-anak muda, terutama generasi Gen Z, sudah mulai terlihat. Terbukti dalam kepesertaan di angkatan tahun ini, kurang lebih 20 persennya didominasi oleh anak muda,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rita mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama dalam mempelajari tata upacara adat di Banyumas adalah penyesuaian bahasa. Masyarakat yang terbiasa dengan bahasa "ngapak" harus mulai membiasakan diri menggunakan bahasa kromo inggil dalam setiap prosesi adat agar kesakralan dan marwah tradisi tetap terjaga.

Hal serupa juga menjadi perhatian dalam strategi relevansi di era digital. Rita menjelaskan bahwa dokumentasi dan digitalisasi melalui platform YouTube, Instagram, dan Facebook menjadi kunci agar budaya Jawa tetap "membumi" di mata generasi muda yang sangat lekat dengan teknologi.

“Sangat penting menurut saya, karena kita tidak tahu 10 atau 20 tahun ke depan apakah anak cucu kita masih mengenal budaya adat itu sendiri jika bukan kita yang mulai nguri-nguri dari sekarang,” katanya.

Guna mendukung keberlangsungan ini, pihak Pawiyatan Permadani terus memberikan fasilitas edukasi yang mendalam bagi anggotanya. Tidak hanya sekadar teori, tetapi juga praktik langsung penggunaan bahasa dan tata krama yang benar dalam berbagai upacara adat tradisional.

Terakhir, Rita menyampaikan harapannya agar generasi muda terus menggali dan mencintai akar budayanya sendiri. Ia menegaskan bahwa mempelajari adat Jawa bukanlah hal yang sulit selama ada kemauan keras untuk menjunjung tinggi budaya lokal di kancah nasional.

“Ayo anak muda, mulai cintai dan gali lagi budaya Jawa. Semuanya bisa dipelajari asal ada kemauan keras untuk mengedepankan budaya lokal agar lebih menggema di seluruh Indonesia,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....