Permadani Banyumas Soroti Ancaman Punahnya Tata Upacara Adat Jawa

  • 04 Mei 2026 08:21 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Eksistensi tata upacara adat Jawa dinilai semakin tergerus perkembangan zaman. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Permadani Kabupaten Banyumas menyoroti kondisi tersebut sebagai tantangan serius dalam pelestarian budaya lokal.

Ketua/Pangarsa DPD PERMADANI Kab.Banyumas, Hamid Sugih Edi, SE., AMd, mengungkapkan bahwa saat ini banyak masyarakat mulai meninggalkan pakem atau aturan baku dalam pelaksanaan upacara adat Jawa, baik dalam prosesi pernikahan maupun tradisi lainnya.

“Kalau saya katakan, eksistensi tata upacara adat Jawa saat ini sudah hampir punah. Banyak yang sudah tidak memahami aturan bakunya,” ujarnya.

Menurutnya, derasnya pengaruh budaya asing menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan lunturnya pemahaman masyarakat terhadap budaya lokal. Kondisi ini membuat banyak praktik adat tidak lagi sesuai dengan kaidah yang seharusnya.

“Budaya luar begitu kuat masuk ke Indonesia, sehingga budaya asli kita, khususnya Jawa, mulai kalah,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Permadani Banyumas berupaya mengambil peran sebagai penjaga sekaligus pelestari budaya. Organisasi ini mengusung semangat “duduk-dudah memakan rembah kakek”, yang berarti menggali dan mempelajari kembali warisan leluhur.

Melalui pendekatan ini, Permadani aktif memperkenalkan kembali tata upacara adat Jawa kepada masyarakat, baik generasi muda maupun kalangan umum di Banyumas.

“Permadani ini bisa dibilang menjadi garda terakhir dalam menjaga budaya yang hampir punah,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Permadani juga menginisiasi program edukasi berupa “sekolah budaya” atau padepokan. Program ini bertujuan memberikan pemahaman yang benar mengenai tata upacara adat Jawa sesuai pakem yang berlaku.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diajarkan berbagai aspek budaya, mulai dari filosofi hingga tata pelaksanaan upacara adat yang sesuai dengan norma dan kaidah Jawa. “Harapannya, masyarakat tidak lagi keliru dalam memahami dan menjalankan tradisi. Budaya Jawa harus tetap lestari dan bermartabat,” katanya kembali.

Dengan berbagai upaya ini, Permadani Banyumas berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal semakin meningkat. Sehingga warisan leluhur tidak hilang ditelan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....