Maestro Lengger Ajak Generasi Muda Cintai Budaya di Purwokerto Menari

  • 04 Mei 2026 07:58 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia 2026, gelaran Purwokerto Menari di Rita Supermall berlangsung meriah pada Jumat (1/5/2026). Maestro Lengger Lanang, Rianto mengapresiasi acara ini yang menjadi ruang kolaborasi antar sanggar sekaligus sarana edukasi budaya bagi masyarakat.

Rianto sendiri memaknai Hari Tari Sedunia sebagai momentum persatuan lintas budaya di seluruh dunia. Menurutnya, perayaan ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan ruang ekspresi yang merepresentasikan beragam peristiwa kehidupan manusia.

“Hari Tari menjadi momen penting untuk kita bisa merayakan perasaan dari segala keindahan, segala permasalahan peristiwa-peristiwa kehidupan. Jadi menurut saya, ini sebuah perayaan penting untuk para seniman tari,” ujarnya saat diwawancarai RRI.

Ia menyebut bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan penting bagi para seniman untuk bergotong royong menciptakan wadah pertunjukan bagi generasi muda. Ia menekankan pentingnya kemandirian bagi setiap sanggar agar tidak hanya bergantung pada bantuan dana eksternal dalam berkarya.

“Jadi, bahwa modal yang sebenarnya kita miliki adalah tubuh kita sendiri, bukan dalam bentuk materi, tapi tubuh kita sendiri,” tuturnya.

Selain itu, Rianto menilai kegiatan ini menjadi upaya penting untuk mengangkat kembali kesenian tradisional di Indonesia, salah satunya Lengger. Kehadiran ruang-ruang pertunjukan seperti Purwokerto menari dinilai mampu mendorong kesenian tersebut untuk kembali eksis dan berkembang di Banyumas.

“Jadi akhirnya tahu dengan adanya event seperti ini, dan Lengger bisa terangkat kembali karena secara tidak langsung mereka tetap akan bisa hadir, bisa eksis ketika ada ruang-ruang seperti ini,” katanya.

Terakhir, sang Maestro berharap agar generasi muda, khususnya di Banyumas, dapat lebih mencintai budaya sendiri sebelum belajar kebudayaan asing. Perayaan ini diharapkan menjadi titik balik untuk kembali mempelajari sejarah dan etika budaya daerah. (Manda)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....