Hardiknas, Pemkab Purbalingga Usung Semangat Partisipasi Semesta untuk Semua

  • 02 Mei 2026 14:41 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga - Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menggelar peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan tema besar "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua".

Kepala Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, menyatakan berbagai rangkaian kegiatan digelar sebagai bentuk komitmen nyata Bupati Purbalingga beserta jajaran dalam mengakselerasi pembangunan kolaboratif menuju Purbalingga yang mandiri dan sejahtera.

"Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026, dilakukan upacara bendera yang digelar di Alun-alun melibatkan sedikitnya 5.000 peserta yang terdiri dari murid, guru, dan tenaga kependidikan," katanya.

"Pemkab Purbalingga juga menyerahkan anugerah penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi di tingkat internasional, nasional, dan provinsi yang telah melalui proses kurasi ketat," ujar Heru.

Dijelaskan Heru, pada upacara hardiknas 2026 ini dilakukan penandatanganan Pakta Integritas Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dilakukan jajaran Pemkab Purbalingga, Forkopimda, Ombudsman RI, BBPMP Jateng, serta kepala OPD terkait.

"Langkah ini diambil guna memastikan proses seleksi yang transparan, objektif, dan adil sesuai arahan Gubernur JawaTengah yang mengangkat tagline no jastip no titip," lanjut Heru.

"Pada peringatan Hardiknas, dipusatkan di Kompleks Pendopo Dipokusumo juga digelar donor darah massal da Purbalingga Skill Ekspo 2026 yang diselenggarakan berkat klaborasi dengan LKP, HIPKI, dan 18 PKBM yang menyajikan demo keahlian (coding, barista, menjahit, dll) serta diskon kursus hingga 50%," imbuhnya.

Selain kegiatan pokok, Pemkab Purbalingga juga mencanangkan bulan Mei sebagai "Bulan Pendidikan" yakni berbagai agenda akademis, non-akademis, hingga kegiatan kebudayaan akan digelar secara kolaboratif bersama relawan filantropi dan insan pendidikan hingga akhir bulan.

Heru Sri Wibowo kembali menekankan bahwa kemajuan pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru semata, membutuhkan kolaborasi antara siswa, guru dan orang tua untuk memajukan pendidikan di Purbalingga.

"Pendidikan adalah sinergi antara siswa, guru, dan orang tua. Ketiga unsur ini memegang peranan kunci dalam menciptakan satuan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak guna menyongsong Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....