Pemkab Purbalingga Distribusikan Material RUSPIN di Desa Maribaya
- 01 Mei 2026 14:20 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Perumahan Kawasan Permukiman (DLH PKP) mulai menyalurkan bantuan material bangunan bagi korban bencana tanah bergerak di Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar.
Teknologi Rumah Sistem Panel Instan (RUSPIN) dipilih sebagai solusi hunian yang cepat, efisien, dan tahan gempa bagi warga terdampak.
Fungsional PKP Muda DLH PKP Purbalingga, Eko Yulianto, menyampaikan bahwa proses distribusi saat ini tengah berlangsung. Dari total 13 unit yang direncanakan, sebanyak 7 paket material RUSPIN telah sampai di lokasi.
"Sedangkan, untuk material pendukung lainnya, akan dikirimkan setelah seluruh komponen RUSPIN tuntas tersalurkan," katanya.
"Saat ini material RUSPIN sedang didistribusikan. Sudah 7 unit yang terkirim dari total 13. Untuk material pendukung lainnya, kami akan kirimkan setelah seluruh komponen RUSPIN tuntas tersalurkan," ujar Eko.
Eko menjelaskan, pengiriman dilakukan secara bertahap mengingat volume material yang cukup besar, yakni, setiap satu unit rumah memerlukan satu armada truk untuk mengangkut panel-panel beton hingga ke lokasi tujuan.
"Seluruh material ini didatangkan langsung dari pabrik beton di Kebasen, Banyumas," ucap Eko.
Dijelaskan Eko, RUSPIN menjadi pilihan utama karena desainnya yang inovatif, serta dirancang untuk kekuatan struktural yang mumpuni, dan menjamin sambungan antar panel tetap fleksibel namun kuat terhadap guncangan.
Eko menuturkan jika fondasi sudah siap, perakitan struktur utama RUSPIN hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hari.
"Fondasi di lokasi sudah siap semua. Setelah panel terpasang, material lain seperti bata ringan (hebel) akan menyusul. Tukang di desa setempat pun sudah terbiasa mengerjakan pemasangan hebel tersebut," imbuhnya.
Eko menambahkan, total anggaran yang dikucurkan Pemkab Purbalingga untuk bantuan ini mencapai Rp 520 juta. Dana tersebut dibagi rata kepada 13 warga penerima manfaat, di mana setiap kepala keluarga mendapatkan bantuan senilai Rp 40 juta.
"Seluruh dana bantuan tersebut dialokasikan sepenuhnya untuk pengadaan material bangunan, untuk memastikan warga mendapatkan hunian yang layak dan lebih aman dari risiko bencana," pungkas Eko.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....