Banyumas Miliki 91 Kampung Iklim, Warga Jadi Ujung Tombak Penurunan Emisi

  • 01 Mei 2026 12:02 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Upaya pengendalian perubahan iklim berbasis masyarakat di Kabupaten Banyumas menunjukkan hasil signifikan. Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 91 lokasi Kampung Iklim (ProKlim) telah terbentuk, menjadikan Banyumas sebagai salah satu daerah dengan capaian ProKlim terbanyak di Jawa Tengah.

Program Komunitas untuk Iklim (ProKlim) menjadi instrumen strategis pemerintah dalam menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Penyuluh Lingkungan Hidup (PELHI) Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, R. Stephanus Sigit S.P., S.Hut, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama.

“ProKlim itu prinsipnya dari, oleh, dan untuk masyarakat. Pemerintah hanya sebagai fasilitator, sementara aksi nyata dilakukan langsung oleh warga di desa dan kelurahan,” ujarnya.

Dari total 91 lokasi tersebut, terdiri atas 1 lokasi kategori Lestari, 43 kategori Utama, 53 kategori Madya, dan 3 kategori Pratama. Salah satu capaian tertinggi diraih oleh Desa Cikidang, Kecamatan Cilongok, yang berhasil meraih predikat ProKlim Lestari.

Program ini mendorong berbagai aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, seperti pengelolaan sampah berbasis 3R, pembuatan kompos, pembangunan sumur resapan, hingga pemanfaatan energi terbarukan seperti biogas dan panel surya.

Menurut Sigit, dampak perubahan iklim di Banyumas sudah semakin nyata dirasakan masyarakat, mulai dari meningkatnya frekuensi banjir, kekeringan panjang, hingga perubahan pola musim tanam.

“Kalau tidak diantisipasi, dampaknya bisa ke sektor pangan, kesehatan, dan ekonomi. Karena itu, ProKlim menjadi solusi berbasis komunitas yang konkret,” katanya.

DLH Banyumas juga berperan aktif melalui penyusunan kebijakan, seperti Peraturan Bupati Nomor 43 Tahun 2023 tentang Program Kampung Iklim, serta pendampingan teknis dan fasilitasi registrasi dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI).

Dengan pendekatan kolaboratif, Banyumas berhasil mengintegrasikan peran pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi dalam aksi iklim. Sigit menegaskan, jika gerakan ini dilakukan secara masif, dampaknya akan signifikan terhadap penurunan emisi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....