Area Rumput Alun-Alun Purwokerto Dibuka, Pengamat Ingatkan Pentingnya Pengawasan

  • 01 Mei 2026 07:53 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Kebijakan penggunaan ruang publik kembali menjadi sorotan setelah adanya pelonggaran aturan aktivitas di Alun-Alun Purwokerto. Sebelumnya, pembatasan diberlakukan demi menjaga keindahan serta kelestarian lingkungan agar tetap terawat dan tidak rusak akibat aktivitas yang tidak terkontrol.

Menurut pengamat kebijakan publik yang sekaligus Wakil Dekan I FISIP Unsoed Purwokerto Dr. Tobirin, kebijakan tersebut memberikan akses lebih luas bagi masyarakat untuk beraktivitas.

Meski demikian, perubahan kebijakan ini juga memunculkan sejumlah pertanyaan, terutama terkait alasan diperbolehkannya kembali kegiatan tersebut serta bagaimana aturan yang akan diterapkan di lapangan.

“Sekarang diperbolehkan itu. Jadi kalau misalnya ini diperbolehkan saya kira memang apa alasannya, SOP-nya bagaimana gitu ya.” ujar Dr. Tobirin, M.Si., pada Jumat (1/5/2026).

Tobirin menambahkan. pada dasarnya, ruang publik memang diperuntukkan bagi masyarakat luas. Alun-alun sebagai fasilitas umum memiliki fungsi penting, tidak hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial dan kegiatan warga.

Namun, yang perlu menjadi perhatian bukan hanya soal diperbolehkannya akses, melainkan juga bagaimana pengelolaan serta perawatan fasilitas tersebut agar tetap terjaga dan tidak mengalami kerusakan.

“Fasilitas publik itu memang harus dinikmati oleh masyarakat, oleh publik,” tuturnya.

Dalam hal ini, peran pemerintah dan masyarakat menjadi sangat penting dan saling melengkapi. Pemerintah diharapkan mampu menyiapkan aturan yang jelas serta sistem pengawasan yang baik, sementara masyarakat juga perlu memiliki kesadaran untuk menjaga fasilitas yang ada. Edukasi kepada masyarakat dinilainya menjadi langkah penting agar penggunaan ruang publik tetap bertanggung jawab.

“Aktivitas yang berpotensi merusak, seperti membakar sesuatu di area terbuka atau tindakan lain yang dapat merusak rumput dan fasilitas, perlu dihindari bersama,” tutur Tobirin.

Dengan adanya kerja sama yang baik, Tobirin berharap alun-alun dapat tetap menjadi ruang publik yang nyaman, inklusif, dan bermanfaat bagi semua kalangan tanpa mengorbankan keindahannya.

“Ini milik kita bersama yang sama-sama itu harus dijaga.” ucapnya. (Ilham Ramdhani).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....