Antisipasi Keadaan Darurat, Integrated Terminal Cilacap – Fuel Gelar Simulasi
- 30 Apr 2026 16:04 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Cilacap – Fuel menggelar Simulasi Keadaan Darurat Level Nol, 'Penanganan Keadaan Darurat Kegagalan Operasional Akibat Disaster' pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan rutin tahunan ini menjadi bagian dari komitmen pengelola objek vital nasional untuk selalu siaga menghadapi potensi kegagalan operasional akibat bencana.
Dalam latihan kali ini, digambarkan terjadi kebakaran dipicu bencana alam gempa bumi. Getaran gempa disimulasikan menyebabkan kebocoran flange pada fasilitas Tangki T08 yang berisi produk Solar pada saat proses penerimaaan sehingga terdispersi menjadi paparan uap yang tersekalasi menjadi kebakaran dan memerlukan penanganan cepat serta terkoordinasi.
“Simulasi keadaan darurat adalah latihan sebagai wujud tanggung jawab kami, sebagai pengelola objek vital yang harus selalu siap dan sigap dalam menangani kondisi darurat,” ujar Integrated Terminal Manager Cilacap, Rahmat Isya Ginanjar.
Ia mengatakan jika kegiatan ini tidak hanya sekadar latihan internal, namun juga sebagai upaya meningkatkan koordinasi dengan ekaternal, terkait penanganan keadaan darurat.
Untuk itu, pihaknya melibatkan berbagai pihak mulai dari BPBD Cilacap, pemadam kebakaran, TNI, Polri, masyarakat sekitar hingga tenaga medis termasuk Rumah Sakit Pertamina Cilacap turut ambil bagian. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam memastikan setiap prosedur berjalan sesuai standar, sekaligus menguji kesiapan lintas sektor dalam menghadapi situasi darurat.
Sementara dari sisi internal, ada sekitar seratus personel dikerahkan dalam latihan ini. Mereka berperan dalam berbagai fungsi, mulai dari penanganan awal kebakaran, pengamanan area, hingga proses evakuasi.
Selama simulasi berlangsung, proses koordinasi baik internal maupun eksternal berjalan lancar. Skenario evakuasi warga pun berhasil dilaksanakan dengan baik, hal ini menunjukkan kesiapan semua pihak dalam menghadapi potensi krisis.
"Alhamdulillah simulasi berjalan dengan baik, terbukti koordinasi kami baik di internal Pertamina maupun dengan stakeholder bisa berjalan, termasuk juga skenario evakuasi warga berjalan dengan lancar, tentu kami berharqp kejadian seperti ini tidak akan terjadi yang sebenarnya, namun kami harus tetap siaga dan menjaga kemampuan kami untuk mengantisipasi kejadian sebenarnya," katanya.
Dalam simulasi ini, warga sekitar juga turut dilibatkan, terutama yang berada di kawasan Ring 1 dinilai menjadi pihak yang paling rentan terdampak jika terjadi kondisi darurat nyata.
“Kami melibatkan warga karena kami menyadari bahwa mereka adalah pihak pertama yang berpotensi terdampak apabila terjadi kondisi kedaruratan di lokasi kami. Peran mereka sangat strategis, terutama dalam proses evakuasi mandiri agar risiko kerugian bisa ditekan,” ujarnya.
Ia menegaskan, meski perusahaan tidak pernah mengharapkan terjadinya kondisi darurat, namun kesiapsiagaan tetap menjadi hal utama. Untuk itu, melalui latihan rutin, maka kemampuan, keterampilan, dan koordinasi antarinstansi terus diasah, demi memastikan keselamatan operasional dan perlindungan bagi masyarakat sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....