Bawa Spirit Banyumasan, Sanggar Baruna Loka Purbalingga Unjuk Gigi di Solo Menari
- 30 Apr 2026 13:54 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga: Sanggar Baruna Loka Purbalingga di bawah asuhan Ani Susiningtyas, turut ambil bagian dalam kemeriahan event bergengsi Solo Menari 2026 yang dipusatkan di Surakarta.
Keikutsertaan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi sanggar yang berbasis di desa Bojong Kecamatan Mrebet Purbalingga tersebut.
"Meski telah malang melintang di berbagai ajang seperti Festival Payung Nusantara dan Festival Tas Nusantara, ini adalah kali pertama kita terjun langsung dalam perayaan Hari Tari Dunia di Solo," katanya Kamis, (30/4/26).
"Sesuai dengan tema besar Solo Menari tahun ini, yaitu "Aku Kipas", Sanggar Baruna Loka membawakan Tari Megot Banyumasan yang dimodifikasi dengan apik menggunakan properti kipas," ucapnya.
"Kami memilih Tari Megot karena karakternya yang sangat khas, energik, lugas, dan penuh semangat. Ini adalah representasi gaya Banyumasan yang ingin kami kenalkan di tingkat yang lebih luas," ujar Ani Susiningtyas.
Dikatakan Ani Susiningtyas, pada event Solo Menari sebanyak enam penari remaja asli didikan sanggar Baruna Loka diterjunkan.
"Keputusan hanya membawa satu tarian diambil agar para penari dapat tampil maksimal dan fokus memberikan performa terbaik," terangnya.
Diceritakan Ani, Solo Menari yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta ini bersifat non-kompetisi dengan fokus utamanya adalah ajang apresiasi dan ruang silaturahmi bagi para pelaku seni.
"Bagi Baruna Loka, momen ini adalah investasi pengalaman yang sangat berharga bagi para penari muda untuk memperluas wawasan seni dan membangun kepercayaan diri," imbuhnya.
“Harapannya bisa menambah semangat anak-anak dalam berkesenian serta membawa nama baik Kabupaten Purbalingga. Jadi kami memang terus berusaha menjadikan event besar sebagai ajang terus belajar dan berkembang," jelas Ani.
Ani menambahkan, keikutsertaan Sanggar Baruna Loka di Solo Menari didukung secara swadaya oleh pihak sanggar dan para orang tua penari, menurutnya semangat gotong royong menjadi mesin utama agar anak-anak tetap bisa berkarya dan melestarikan budaya di tengah keterbatasan.
Sementara itu, kegiatan Baruna Loka tidak berhenti di Solo. Setelah ini, mereka dijadwalkan meramaikan acara Banyumas Ngibing pada 2-3 Mei di Banyumas Kota Lama.
"Ini momen spesial bagi kami. Dalam satu bulan, kami mengikuti dua perayaan Hari Tari Dunia di tempat berbeda dengan kelompok dan tarian yang berbeda pula. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus menghidupkan tari tradisi," pungkas Ani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....