Peran Proklim Turunkan Emisi dan Tingkatkan Ketahanan Iklim di Banyumas
- 28 Apr 2026 07:57 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas terus memperkuat implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim) sebagai upaya strategis menghadapi dampak perubahan iklim sekaligus mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Program yang diinisiasi sejak 2012 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini menitikberatkan pada aksi nyata mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat masyarakat.
Perubahan iklim yang terjadi saat ini telah memberikan dampak signifikan pada berbagai sektor prioritas, seperti pangan, air, kesehatan, energi, dan ekosistem. Dampak tersebut antara lain menurunnya produktivitas pertanian, berkurangnya ketersediaan air bersih, meningkatnya penyakit berbasis lingkungan seperti demam berdarah dan ISPA, hingga meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan kekeringan.
Penyuluh Lingkungan Hidup (PELHI) Ahli Muda DLH Kabupaten Banyumas, R. Stephanus Sigit S.P., S.Hut mengungkapkan melalui program ProKlim mendorong keterlibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengendalian perubahan iklim. “Program ini mengedepankan prinsip “dari, oleh, dan untuk masyarakat”, dengan pemerintah berperan sebagai fasilitator yang memberikan pendampingan, pelatihan, serta dukungan kebijakan,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, ProKlim memiliki dua pilar utama, yaitu adaptasi dan mitigasi. Adaptasi dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pembangunan sumur resapan, biopori, embung, serta pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan. Sementara mitigasi difokuskan pada pengurangan emisi gas rumah kaca melalui pengelolaan sampah berbasis 3R, penggunaan energi terbarukan seperti biogas dan panel surya, hingga penghijauan lingkungan.
"Di tingkat rumah tangga, masyarakat didorong untuk melakukan aksi sederhana seperti memilah sampah, menghemat energi, menanam pohon, hingga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Jika dilakukan secara masif, langkah-langkah ini dinilai mampu menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan," tuturnya.
Hingga tahun 2025, DLH Kabupaten Banyumas telah berhasil mendampingi terbentuknya 91 lokasi Kampung Iklim yang tersebar di 22 kecamatan, terdiri dari 1 kategori Lestari, 43 kategori Utama, 53 kategori Madya, dan 3 kategori Pratama. Salah satu capaian tertinggi diraih oleh Desa Cikidang, Kecamatan Cilongok yang berhasil meraih predikat ProKlim Lestari tingkat nasional.
Untuk memperkuat implementasi program, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 43 Tahun 2023 tentang Program Kampung Iklim. Selain itu, DLH juga membentuk tim pembina lintas sektor yang melibatkan berbagai OPD seperti Bappedalitbang, Dinas Pertanian, BPBD, hingga Dinsospermades guna memastikan pendampingan berjalan optimal.
DLH Banyumas juga aktif melakukan sosialisasi, bimbingan teknis, serta pendampingan lapangan. Selain itu, DLH berperan sebagai verifikator dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI), termasuk membantu desa dalam penginputan data, validasi, hingga pengusulan penghargaan ProKlim ke tingkat nasional.
Dalam mendukung keberlanjutan program, DLH turut memfasilitasi kemitraan dengan berbagai pihak, baik BUMN, swasta, hingga perguruan tinggi. Sejumlah perusahaan seperti PT Pertamina, PT Pegadaian, hingga PT Astra Internasional turut berkontribusi melalui program CSR dalam pengembangan Kampung Iklim di Banyumas.
Program Kampung Iklim tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Dari sisi ekonomi, warga dapat menghemat biaya rumah tangga melalui pengelolaan sampah dan energi, serta mengembangkan usaha berbasis ekonomi sirkular. Dari sisi sosial, program ini meningkatkan gotong royong, kapasitas masyarakat, serta kesehatan lingkungan.
DLH Banyumas menegaskan bahwa keberhasilan ProKlim tidak hanya diukur dari jumlah lokasi, tetapi juga kualitas implementasi dan keberlanjutan program di masyarakat. Dengan sinergi berbagai pihak, ProKlim diharapkan menjadi gerakan kolektif dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui penguatan Program Kampung Iklim, Kabupaten Banyumas kini menjadi salah satu daerah dengan jumlah ProKlim terbanyak di Jawa Tengah, sekaligus menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....