BNN Banyumas Soroti Tren Obat untuk Madat
- 23 Apr 2026 14:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Penyalahgunaan obat-obatan sebagai alternatif narkotika kian menjadi perhatian di Kabupaten Banyumas. Fenomena ini dinilai semakin marak karena harga narkotika yang tinggi, sehingga sebagian penyalahguna beralih ke obat-obatan tertentu untuk mendapatkan efek serupa.
Katim Pencegahan BNN Kabupaten Banyumas, Wicky Sri Erlangga, S.Sos, M.Si., mengungkapkan bahwa dari ratusan kasus yang berhasil diungkap Polresta Banyumas, mayoritas justru berasal dari penyalahgunaan obat-obatan.
“Dari 133 kasus yang diungkap oleh teman-teman Polresta Banyumas, lebih dari separuh itu adalah obat-obatan,” ujar Wicky saat diwawancarai RRI pada Rabu, (22/4/2026).
Beberapa jenis obat medis yang kerap disalahgunakan antara lain seperti, Alprazolam yang merupakan obat penenang dan masuk kategori psikotropika, serta obat keras Tramadol dan Hexymer. Obat-obatan tersebut digunakan sebagai pengganti narkotika untuk mendapatkan efek fly di atas alcohol.
Selain itu, data rehabilitasi BNN Banyumas menunjukkan bahwa dari 68 orang yang direhabilitasi, sekitar 54 di antaranya merupakan penyalahguna obat-obatan.
“Kita dari BNN juga punya Klinik Adiksi Medika. Tempat rehabilitasi kami di Banyumas ini bukan cuma tempat kami, juga ada di RSUD Banyumas, RS Margono, kemudian di Puskesmas Baturraden 1. Sebagian besar memang juga penyalahgunaan obat-obatan,” katanya, menjelaskan.
Dalam upaya pencegahan, BNN Banyumas mengedepankan pendekatan edukasi kepada masyarakat, khususnya remaja dan orang tua. Edukasi tersebut difokuskan pada penguatan ketahanan keluarga agar mampu mencegah anak terjerumus dalam penyalahgunaan zat berbahaya.
BNN Banyumas juga menggandeng sekolah dan pemerintah desa untuk melakukan skrining melalui tes urin sebagai langkah deteksi dini. Siswa yang terindikasi kemudian dapat diarahkan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Saya imbau kepada orang tua tidak perlu takut untuk melaporkan, tidak perlu khawatir namanya akan tersebar. Ini upaya kita menolong anak-anak kita mumpung belum terlambat,” katanya.
Terakhir, BNN Banyumas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan obat-obatan melalui tiga langkah utama, yakni berani menolak ajakan menggunakan, berani menjalani rehabilitasi bagi yang sudah terlanjur menggunakan. Serta berani melaporkan jika menemukan adanya penyalahgunaan obat-obatan di lingkungan sekitar. (Aisha)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....