Disarpus Kabupaten Banjarnegara Gelar Malam Literasi: Perkuat Identitas Lokal

  • 23 Apr 2026 11:54 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara - Upaya meningkatkan literasi sekaligus memperkuat pemahaman sejarah lokal terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan “Malam Literasi” yang digelar oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Banjarnegara bekerja sama dengan komunitas pemerhati perfilman Art Film, Rabu (malam).

Kegiatan yang berlangsung di kantor dinas tersebut menghadirkan rangkaian acara berupa diskusi dan pemutaran film “Di Hyang”, dilanjutkan dengan peluncuran serta bedah buku Banjarnegara Surga Cerita. Sekitar 72 peserta hadir, terdiri dari penulis hasil bimbingan teknis kepenulisan berbasis konten budaya lokal, peserta lomba video konten literasi 2025, pegiat literasi, hingga masyarakat umum.

Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Banjarnegara Arief Rahman, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sagiyo, serta perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aryadi Darmawan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Banjarnegara Arief Rahman mengatakan, kegiatan ini menjadi wadah apresiasi budaya sekaligus sarana meningkatkan minat baca dan memperkuat identitas lokal melalui pendekatan audio-visual dan literasi tekstual. Para praktisi film, penulis, dan pemangku kebijakan dipertemukan untuk membahas potensi sejarah serta kekayaan cerita lokal Banjarnegara.

Sesi utama menghadirkan pemutaran film “Di Hyang” yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal kawasan Dieng Plateau. Diskusi setelah pemutaran dipandu oleh narasumber Aziz Arifianto, yang mengulas proses kreatif produksi film sekaligus pesan budaya yang disampaikan melalui visualisasi dataran tinggi tersebut.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan peluncuran buku Banjarnegara Surga Cerita oleh Arief Rahman.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya gemar membaca, tetapi juga aktif menulis dan mendokumentasikan sejarah serta cerita lokal Banjarnegara. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan upaya membangun jati diri daerah,” ujar Arief.

Ia juga menambahkan bahwa perpaduan antara film dan buku menjadi strategi efektif untuk menjangkau lebih banyak kalangan.

“Media audio-visual seperti film mampu menarik minat generasi muda, sementara buku menjadi sarana dokumentasi yang lebih mendalam dan berkelanjutan. Keduanya harus berjalan beriringan,” katanya.

Sesi bedah buku menghadirkan narasumber Heni Purwono, Indra Hari Purnama, dan Muji Prasetyo. Diskusi menyoroti isi buku yang merangkum kekayaan narasi lokal serta pentingnya literasi berbasis kearifan lokal sebagai bagian dari identitas daerah.

Kegiatan yang dihadiri sejumlah kepala dinas dan perwakilan instansi terkait menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kolaborasi antara seni film dan literasi guna membangun ekosistem kreatif di Banjarnegara. (jkw)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....