Pemkab Banyumas Tebar 20 Ribu Benih Ikan untuk Pulihkan Ekosistem Pascabanjir
- 22 Apr 2026 11:34 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Upaya pemulihan ekosistem perairan pascabencana banjir di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Gunung Slamet terus dilakukan. Ketua DPRD Kabupaten Banyumas bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) serta pemerintah desa setempat menggelar kegiatan penebaran benih ikan di Sungai Pangkon.
Sebanyak 20.000 ekor benih ikan nilem ditebar di sejumlah titik strategis di aliran sungai tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pemulihan ekosistem yang terdampak banjir besar sebelumnya.
Banjir yang terjadi diketahui telah mengganggu keseimbangan lingkungan perairan, termasuk menurunnya populasi ikan dan rusaknya habitat alami. Oleh karena itu, penebaran benih ikan atau restocking menjadi solusi untuk mempercepat pemulihan kondisi sungai.
Kepala Bidang Perikanan DKPP Kabupaten Banyumas, Elita Rosiyani, menjelaskan kegiatan ini mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 19 Tahun 2021 tentang penebaran kembali dan penangkapan ikan berbasis budidaya atau culture based fisheries (CBF).
“CBF merupakan pengelolaan perairan umum daratan yang menggabungkan restocking dengan penangkapan ikan secara terkontrol, tanpa pemberian pakan tambahan secara intensif. Jadi benar-benar mengandalkan pakan alami yang tersedia di perairan,” tuturnya saat wawancara bersama RRI pada Senin (20/4/2026).

Menurut Elita, perairan umum di Banyumas tidak hanya mencakup sungai, tetapi juga embung. Secara keseluruhan, luas perairan umum di Banyumas mencapai sekitar 1.293 hektare, dengan 109 sungai dan 36 embung aktif.
| Baca juga: BPBD Banyumas Ajukan Status Siaga Kekeringan |
Ia mengungkapkan, banjir besar yang terjadi pada Januari lalu menyebabkan penurunan signifikan stok ikan di perairan umum. Berdasarkan hasil identifikasi di sejumlah titik sungai, sekitar 7 ton ikan dengan mudah tertangkap masyarakat akibat dampak banjir.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa stok ikan di perairan umum Banyumas mengalami penurunan hingga titik kritis. Oleh karena itu, restocking menjadi langkah penting untuk pemulihan sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem,” ujarnya.
Penebaran benih ikan dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah parameter, seperti arus, kedalaman, dan kualitas air. Selain itu, jenis ikan yang ditebar merupakan ikan lokal yang adaptif terhadap lingkungan setempat, guna meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dan menjaga keseimbangan rantai makanan.
Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat, termasuk kelompok pengawas masyarakat (pokmaswas), sebagai bagian dari edukasi pentingnya menjaga kelestarian sumber daya perikanan.
Melalui langkah ini, diharapkan Sungai Pangkon dapat kembali menjadi ekosistem yang sehat dan produktif, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....