Momentum Hari Bumi: DLH Banyumas Ajak Warga Kelola Sampah dari Sumber

  • 22 Apr 2026 10:12 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas terus mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah. Hal tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, pada Rabu (22/4/2026).

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun DLH Kab. Banyumas, Antik Kusharyanti, ST, mengatakan bahwa saat ini pengelolaan sampah di Banyumas telah melibatkan peran aktif masyarakat melalui berbagai program. Seperti halnya bank sampah, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), serta Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS-3R) dan TPS-T.

“Namun, masih banyak masyarakat yang belum berlangganan layanan pengelolaan sampah. Akibatnya, masih ditemukan kebiasaan membuang sampah sembarangan, seperti di tepi jalan, sungai, lahan kosong, bahkan area pemakaman,” ujarnya.

Menurut Antikus, peringatan Hari Bumi bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen menjaga lingkungan setiap hari. Ia menegaskan bahwa pihaknya memiliki prioritas utama mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari sumbernya, yakni dari rumah tangga.

“Masyarakat diharapkan mulai memilah sampah organik dan anorganik, sampah organik bisa dikelola sendiri, seperti dijadikan kompos, dimasukkan ke biopori, atau dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Sedangkan sampah anorganik dapat disalurkan melalui bank sampah atau layanan KSM,” katanya, menjelaskan.

Meski berbagai program telah berjalan, DLH Banyumas masih menghadapi tantangan besar dalam mengubah perilaku masyarakat. Antikus menyebut, tantangan utama adalah menjadikan perilaku ramah lingkungan sebagai gaya hidup dan budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

“Perubahan itu harus dimulai sejak dini, terutama melalui pendidikan anak-anak, baik di rumah maupun di sekolah. Hal-hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, menghemat air dan listrik, serta menanam pohon perlu dibiasakan sejak kecil,” katanya.

Pada momentum Hari Bumi ini, Antikus juga menyampaikan pesan kepada masyarakat agar menyadari bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak warga untuk memulai langkah kecil yang berdampak besar bagi lingkungan.

“Kegiatan ramah lingkungan tidak harus besar. Bisa dimulai dari diri sendiri, seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik dengan membawa tas belanja sendiri, hemat energi, serta tidak membakar sampah karena berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan,” ujarnya.

Sehingga Antik berharap, melalui kesadaran kolektif masyarakat, tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....