Perang Global, Industri Alat Pancing di Purbalingga Naikan Harga Jual

  • 20 Apr 2026 15:01 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga: Ketegangan geopolitik dan perang global memberikan dampak nyata bagi industri manufaktur di daerah. Salah satunya dirasakan oleh PT Sentral Sarana Pancing, produsen alat pancing yang beroperasi di Purbalingga. Lonjakan harga minyak dunia serta terhambatnya jalur logistik menjadi tantangan berat yang harus dihadapi perusahaan saat ini.

Hal ini dikatakan, Pimpinan Operasional PT Sentral Sarana Pancing, Sesep Muhammad Yusuf, bahwa kondisi global saat ini memberikan tekanan besar pada sektor industri.

"Secara global pasti terdampak. Terutama harga minyak dunia yang melonjak itu berpengaruh ke banyak sektor. Bagi kami, dampaknya sangat terasa pada kenaikan harga bahan baku seperti nilon dan yarn untuk senar PE yang kini sangat tinggi," ujar Sesep.

Selain masalah bahan baku, gangguan pada sektor pelayaran menjadi kendala serius bagi distribusi produk. Sesep menyebutkan adanya keterlambatan (delay) pengiriman yang durasinya sulit diprediksi, bahkan beberapa jalur pengiriman sempat terganggu sepenuhnya.

Padahal, PT Sentral Sarana Pancing memiliki jangkauan pasar yang luas, baik lokal maupun mancanegara.

"Sasaran ekspor kami adalah negara-negara yang memiliki garis pantai panjang. Pasar potensial kami mencakup Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura, kawasan Timur Tengah yang strategis, hingga Amerika Latin," jelasnya.

Sesep mengakui bahwa perusahaan mengalami ketidakseimbangan antara biaya produksi (cost) dengan harga jual lama sudah dianggap tidak rasional lagi sehingga perusahaan menaikan harga jual.

"Solusi lainnya, kami terpaksa menaikkan harga jual meskipun ini keputusan yang berat. Jika tidak dilakukan, sudah tidak imbang lagi antara biaya produksi dengan harga jual di pasar," tutup Sesep.

Sesep menambahkan akibat ketergantungan pada bahan baku maka kenaikan harga jual ditempuh agar operasional tetap berjalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....