Bahaya Mengintai, Dampak Fatal Liquid Vape Berisi Narkotika

  • 20 Apr 2026 12:28 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Ancaman penyalahgunaan narkotika kini merambah ke ranah gaya hidup modern melalui tren penggunaan liquid vape atau rokok elektrik. Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas memperingatkan masyarakat bahwa penggunaan liquid vape yang telah dicampur dengan narkotika memiliki risiko kerusakan kesehatan ganda yang jauh lebih dahsyat dan mematikan dibandingkan metode penggunaan lainnya.

Anton Ari Wibowo, SKM, M.Kes., Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas, menjelaskan bahwa terdapat dua unsur bahaya yang menyerang tubuh secara bersamaan. Liquid vape sendiri mengandung bahan kimia dan logam berat yang memicu iritasi paru hingga jantung, sementara kandungan narkotika secara langsung merusak sistem saraf otak.

"Efeknya akan lebih besar daripada metode lain karena zat tersebut dihirup, langsung masuk ke paru-paru, kemudian didistribusikan ke otak. Kombinasi ini sangat dahsyat karena dua efek berbahaya menjadi satu menyerang tubuh," ujarnya saat diwawancarai oleh LRD Pulau Korto.

Lebih lanjut, Anton memaparkan bahwa masyarakat perlu waspada terhadap perubahan perilaku anggota keluarganya. Pasalnya, penggunaan vape bernarkotika cenderung dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan pengguna biasanya sangat protektif terhadap alat vape mereka agar tidak diketahui atau dicoba oleh orang lain.

Guna menanggulangi fenomena ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas telah menyiapkan langkah preventif. Salah satunya melalui program edukasi NAPZA dan deteksi dini menggunakan instrumen ASSIST dari Kementerian Kesehatan yang bekerja sama dengan BNN.

"Kami memiliki program IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) bagi masyarakat atau korban yang ingin merehabilitasi diri atas kesadaran sendiri. Fasilitas ini tersedia di Puskesmas Purwokerto I, RSUD Banyumas, RS Margono Soekarjo, serta Klinik BNN Kabupaten Banyumas," tkata Anton.

Terakhir, Anton memberikan imbauan tegas kepada para orang tua agar lebih memperketat pengawasan terhadap lingkungan pergaulan anak-anak mereka. Ia menekankan bahwa pemahaman mengenai bahaya narkotika harus ditanamkan sejak dini untuk melindungi generasi muda dari risiko fatalitas.

"Jangan sampai generasi kita ternoda. Ini adalah bahaya nyata yang bisa berujung pada kematian. Mohon kepada orang tua untuk memberikan pemahaman agar anak-anak tidak mendekat, apalagi menyentuh barang-barang tersebut," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....