Harga Plastik Naik Pedagang Beralih ke Daun

  • 20 Apr 2026 11:10 WIB
  •  Purwokerto

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

RRI.CO.ID, Banyumas : Sejumlah pedagang di Pasar Glempang yang berlokasi di Jalan H.R. Boenyamin, Bancarkembar Kabupaten Banyumas, mulai beralih menggunakan daun sebagai pembungkus dagangan mereka sejak kenaikan harga plastik pada bulan Ramadhan lalu. Kenaikan harga kantong plastik yang mencapai Rp5.000 hingga Rp10.000 per pak membuat para pedagang mencari alternatif yang lebih terjangkau.

Salah satu pedagang bunga tabur, Kartinah (65), mengaku terpaksa mengganti penggunaan plastik dengan daun pisang. Bunga yang dijual seharga Rp5.000 per bungkus dinilai tidak sebanding dengan biaya tambahan jika tetap menggunakan plastik.

“Sekarang plastik mahal banget, jadi ya mau nggak mau pakai daun dulu,” ujar Kartinah saat ditemui di lokasi pada Senin (20/04/2026)

Ia mengatakan, harga jual yang rendah membuatnya harus mencari cara agar tetap bisa berjualan. “Bunganya cuma lima ribu. Kalau masih pakai plastik, nggak nutup. Jadi ya pakai daun aja begini,” katanya.

Dalam praktiknya, bunga tabur dibungkus langsung menggunakan daun pisang yang mudah ditemukan di sekitar pasar. Namun, penggunaan daun memiliki keterbatasan karena tidak dapat bertahan lama dan mudah mengering.

“Kalau daun nggak bisa disimpan lama, suka kering. Kadang jadi nggak kepakai juga,” imbuh Kartinah.

Meski dinilai sedikit lebih hemat, penggunaan daun juga memiliki risiko kerugian karena tidak bisa disimpan dalam jangka panjang. Hal ini berbeda dengan plastik yang lebih praktis dan tahan lama.

Fenomena kenaikan harga plastik sendiri terjadi sejak bulan Ramadhan dan terus berlanjut hingga April 2026, bahkan di beberapa daerah kenaikannya terjadi berkali-kali dan cukup signifikan.

Di sisi lain, penggunaan daun sebagai pembungkus dinilai membawa dampak positif bagi lingkungan karena lebih ramah dan mudah terurai. Perubahan ini secara tidak langsung turut mengurangi penggunaan plastik di kalangan pedagang pasar tradisional.

Para pedagang berharap harga plastik dapat kembali stabil agar mereka memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan kemasan dagangan. Namun untuk sementara waktu, penggunaan daun menjadi solusi alternatif di tengah kondisi harga yang meningkat. ( Aminatun S).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....