Komisi VII Dorong Branding Wisata Banyumas lewat Digital

  • 17 Apr 2026 18:11 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Upaya memperkuat promosi pariwisata berbasis digital di Kabupaten Banyumas terus digenjot. Salah satunya melalui kegiatan bimtek yang bertajuk “Promosi Branding Wonderful Indonesia Melalui Media Sosial” yang digelar pada Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini melibatkan generasi muda sebagai ujung tombak dalam memperkenalkan potensi wisata daerah melalui platform digital.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKB, Siti Mukaromah, menegaskan bahwa sektor pariwisata saat ini tidak bisa dilepaskan dari ekosistem yang luas, mulai dari budaya, UMKM, hingga ekonomi kreatif. Ia menilai perkembangan teknologi, khususnya media sosial, menjadi peluang besar untuk mengoptimalkan promosi pariwisata secara lebih luas dan efektif.

“Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu jawaban untuk mengoptimalkan promosi pariwisata dengan seluruh ekosistemnya. Ini harus dimaksimalkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap program Kementerian Pariwisata dalam memasarkan destinasi wisata melalui platform digital. Menurutnya, generasi muda seperti milenial dan Gen Z memiliki peran strategis sebagai konten kreator yang mampu menjembatani promosi wisata kepada khalayak luas.

“Konten kreator bisa menjadi jembatan untuk mempublikasikan dan mempromosikan wisata Indonesia, termasuk Banyumas. Selain itu, ini juga memberikan nilai ekonomi bagi para kreator,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinporabudpar Banyumas, Junaidi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Kementerian Pariwisata dan DPR RI. Fokus utamanya adalah memberikan pelatihan kepada generasi muda agar mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi pariwisata.

“Pariwisata Banyumas sudah cukup baik, tetapi tidak cukup hanya dinikmati. Harus diceritakan kepada dunia melalui media digital. Karena itu, kami harapkan anak-anak muda yang menjadi konten kreator bisa ikut terjun mempromosikan,” jelasnya.

Menurut Junaidi, promosi digital bisa lebih efektif dibandingkan metode konvensional seperti baliho atau media cetak. Dengan strategi branding yang tepat, potensi wisata di Banyumas diyakini mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Hari ini teman-teman diajari untuk bisa mempromosikan pariwisata yang ada di Banyumas. Tidak cukup dipasang di Baliho, tidak cukup hanya dipasang di media cetak, tetapi ini perlu dibranding dengan digitalisasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Kabupaten Banyumas memiliki banyak destinasi wisata yang potensial untuk dikembangkan. Jika dikelola dan dipromosikan secara maksimal melalui media digital, sektor pariwisata dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat serta pengurangan angka pengangguran.

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif. Selain memperkenalkan potensi daerah, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pariwisata Indonesia di tingkat nasional hingga internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....