Harga Kedelai Naik, Pedagang Tempe Tahu Purwokerto Belum Terdampak

  • 15 Apr 2026 14:29 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Kenaikan harga kedelai di pasar global mulai menjadi perhatian pelaku usaha olahan di dalam negeri. Namun, kondisi tersebut belum berdampak signifikan bagi pedagang tempe dan tahu di Purwokerto.

Dian, pedagang tempe dan tahu di Pasar Manis Purwokerto mengungkapkan ia bahkan tidak mengetahui adanya kenaikan harga kedelai karena harga dan kualitas tempe cenderung stabil pasca lebaran hingga saat ini.

“Sampai sekarang biasa aja. malah nggak tahu kalau harga kedelai (naik). Kualitasnya juga nggak berkurang,” katanya saat diwawancarai RRI pada Rabu, (15/4/2026).

Harga tempe saat ini ada di kisaran Rp2000-Rp5000 tergantung jenisnya, tempe mendoan dijual seharga Rp4.000, dan tempe kedela hitam seharga Rp5.000. Sedangkan harga tahu masih stabil di kisaran harga Rp6.000-Rp7.000.

Kamisah, pedagang tempe dan tahu lainnya di Pasar Manis Purwokerto juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, kenaikan biaya produksi biasanya lebih berdampak terhadap pengurangan ukuran tempe dan tahu daripada kenaikan harga jualnya.

“Sementara ini belum. Mungkin, mungkin seandainya ada kenaikan ya nantilah. Terus misalnya seandainya nggak ada kenaikan mungkin diperkecil dikit harganya tetap kayak gitu,” ujarnya.

Meskipun ukuran produk mengalami perubahan, Kamisah menuturkan bahwa minat pembeli tetap stabil karena tempe dan tahu merupakan komoditas yang hampir selalu dibutuhkan. Ia juga menambahkan bahwa berkurangnya stok akibat kenaikan harga akan sangat memengaruhi penjualan para pedagang.

Terakhir, Kamisah berharap harga tempe dan tahu dapat tetap stabil, mengingat kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. (Aisha)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....