Dedikasi Prajurit TNI dari Purwokerto Tembus Panggung Kickboxing Internasional
- 14 Apr 2026 09:42 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Semangat dan dedikasi tinggi ditunjukkan Prajurit TNI Denpal IV/1 Purwokerto, Jefrianto Toding, yang berhasil mengharumkan nama Banyumas melalui ajang kickboxing internasional. Di tengah kesibukannya sebagai prajurit, Jefrianto mampu menorehkan prestasi di dunia olahraga bela diri tersebut.
Jefrianto menceritakan, awal ketertarikannya pada dunia kickboxing bermula saat dirinya mulai berdinas di Purwokerto. Ia diajak rekannya untuk berlatih di Sasana Satria Training Camp di bawah asuhan pelatih Coach Rian.
Dari situ, ia mulai menekuni olahraga tersebut, tidak hanya untuk mencari prestasi, tetapi juga menemukan lingkungan dan pengalaman baru.
“Awalnya diajak teman latihan, lalu saya tertarik karena selain bisa berprestasi, juga mendapat pengalaman dan teman baru. Saya juga termotivasi dari pertandingan-pertandingan besar saat itu,” ucapnya.
Dalam kesehariannya, Jefrianto harus pandai membagi waktu antara tugas sebagai prajurit dan latihan sebagai atlet. Ia memulai aktivitas dengan apel pagi pukul 07.00 WIB dan menyelesaikan dinas sekitar pukul 15.00 WIB.
Setelah itu, ia melanjutkan latihan di dua tempat berbeda, yakni di Satria Training Camp pada sesi malam, serta di lokasi latihan lain pada sore hari. “Kadang saya harus meminta izin kepada atasan untuk mendahului dinas agar bisa mengikuti latihan. Syukurnya, mendapat dukungan penuh,” kata Jefri.
Berbagai pengalaman berharga ia dapatkan selama mengikuti kompetisi internasional. Selain meningkatkan kemampuan teknik, ia juga belajar membangun kepercayaan diri saat bertanding di hadapan banyak penonton.
“Bisa bertemu atlet-atlet profesional, belajar teknik baru, dan melatih mental itu pengalaman yang sangat berkesan,” ujarnya.
Namun, perjalanan tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu yang terberat adalah proses penurunan berat badan demi memenuhi kelas pertandingan.
| Baca juga: TNI Kawal Seleksi Paskibraka Banyumas 2026 |
Jefrianto mengaku harus menurunkan berat badan dari 71 kilogram menjadi 60 kilogram dalam waktu beberapa bulan dengan latihan intensif. “Prosesnya berat, harus latihan keras, menjaga pola makan, bahkan sampai mengalami dehidrasi,” katanya kembali.
Selain itu, tantangan mental juga menjadi hal yang harus dihadapi, terutama saat berada di atas ring dan menghadapi lawan yang belum diketahui kemampuannya. Terakhir, Jefrianto menyampaikan pesan kepada generasi muda, khususnya di Banyumas, untuk terus berprestasi melalui olahraga, khususnya cabang combat sport.
Sehingga ia berharap, olahraga dapat menjadi sarana positif untuk menghindari hal-hal negatif seperti tawuran. “Mari kita sama-sama mengharumkan nama Banyumas melalui olahraga. Siapa tahu ke depan bisa tampil di ajang nasional maupun internasional,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....