Upaya Mewujudkan Swasembada Air di Era Digital
- 14 Apr 2026 09:23 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Air merupakan kebutuhan dasar yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tidak hanya untuk konsumsi, ketersediaan air juga menentukan keberlanjutan pembangunan di berbagai sektor, sehingga pengelolaannya menjadi isu yang semakin penting.
Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi I DPR RI menyelenggarakan webinar literasi digital “Swasembada Air” Senin (13/4/2026). Webinar ini menyoroti bagaimana Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga ketahanan air.
“Indonesia menghadapi ancaman krisis air bersih di beberapa wilayah, terutama di daerah perkotaan yang padat dan wilayah rawan kekeringan. Bahkan diperkirakan pada tahun 2045, kebutuhan air nasional dapat meningkat hingga 30 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa swasembada air bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan strategis nasional,” ujar Andina Thresia Narang, Anggota DPR RI Komisi I.
Seiring pertumbuhan penduduk dan perubahan iklim, ketersediaan air bersih semakin tertekan. Data dari Kementerian PUPR menunjukkan hingga tahun 2024 cakupan air minum perpipaan baru mencapai sekitar 22 persen, sementara masih terdapat 11 persen rumah tangga yang belum memiliki akses air minum layak.
Kondisi ini menunjukkan bahwa swasembada air tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur semata. Pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan, termasuk konservasi dan perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan air, menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
Di sisi lain, digitalisasi juga memiliki peran strategis dalam mendukung pengelolaan air. Pemanfaatan teknologi seperti sistem monitoring berbasis data, early warning system untuk mendeteksi potensi kekeringan, serta transparansi informasi publik menjadi langkah penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan.
Dalam upaya ini, diperlukan sinergi antara kementerian, pemerintah pusat dan daerah, serta partisipasi aktif masyarakat agar kebijakan yang diambil dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi, diharapkan Indonesia mampu mewujudkan swasembada air sebagai bagian dari ketahanan nasional. Upaya ini tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi investasi penting bagi keberlanjutan generasi mendatang. (Dwinanda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....