Inovasi "PELANA" Antar Anjar Prabowo, Tembus 10 Besar Nasional Smart Edu AI Challenge

  • 09 Apr 2026 14:01 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga - Anjar Prabowo, Pengembang Teknologi Pembelajaran pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, berhasil menembus posisi 10 besar nasional dalam ajang bergengsi Smart Edu AI Challenge 2026.

Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian Kemenkeu Learning Festival yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Anjar sukses menyisihkan berbagai peserta dari berbagai kalangan.

Anjar Prabowo, mengatakan, pada ajang ini Anjar mengusung model pembelajaran inovatif yang ia beri tajuk PELANA, singkatan dari Proses Empatik Learning Adaptif Network Asisten.

"Model ini dirancang khusus untuk pembelajaran Andragogi (pembelajaran orang dewasa), seperti karyawan, ASN, dan anggota Polri dengan fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas komunikasi publik para pejabat dan instansi pemerintah," katanya saat ditemui di Dindikbud Purbalingga.

"Dasarnya karena kita tahu kebutuhan akan peningkatan kepercayaan publik terhadap pejabat mendesak. Sebelumnya, ada insiden nasional di mana kata-kata pejabat menyakiti hati rakyat karena kurangnya empati. Satu-dua kata yang 'blunder' bisa memicu gejolak meskipun kita sudah bekerja optimal melayani masyarakat," ujar Anjar Kamis ( 9/4/2026).

Melalui aplikasi PELANA, teknologi AI, dijelaskan Anjar tidak hanya diposisikan sebagai alat bantu belajar, tetapi sebagai sarana transformasi dengan tujuannya mengubah gaya komunikasi birokrasi yang kaku menjadi komunikasi yang lebih empatik dan sesuai dengan harapan masyarakat.

Anjar menceritakan, usai pengumuman 10 besar pada tanggal 3 April 2026, ia telah menyelesaikan tahapan submit materi presentasi dan saat ini, ia tengah fokus melakukan persiapan intensif untuk tahap presentasi final.

"Alhamdulillah, saya menjadi bagian dari pengembang teknologi di Dindik yang masuk sepuluh besar. Saat ini kami sedang tahap persiapan menjelang presentasi model pembelajaran secara daring melalui Zoom," tambahnya.

Anjar berharap capaian ini dapat memotivasi para praktisi pendidikan di Kabupaten Purbalingga untuk terus mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dalam menciptakan inovasi pembelajaran yang berdampak luas bagi pelayanan publik.

Sementara itu, di babak 10 besar ini, Anjar Prabowo bersaing ketat dengan para inovator lainnya, termasuk ASN dari berbagai sekolah dan lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan dari seluruh penjuru Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....