Melindungi Generasi Muda di Ruang Digital: Strategi dan Tantangan

  • 09 Apr 2026 08:17 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Transformasi digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Di tengah arus perubahan ini, generasi muda menempati posisi sebagai kelompok yang paling terdampak sekaligus penentu arah masa depan bangsa.

Dr. Dave Akbarshah Fikarno, M.E, Wakil Ketua Komisi I DPR RI dalam Webinar “Pendidikan di Era Digital: Strategi Melindungi Generasi Muda di Ruang Digital” menyoroti pesatnya penetrasi internet di Indonesia. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, tingkat penggunaan internet telah mencapai 80,66 persen atau sekitar 230 juta penduduk. Menariknya, 48% dari pengguna tersebut merupakan anak-anak.

Tingginya intensitas penggunaan internet oleh Generasi Muda membawa dampak dalam dunia pendidikan. Distraksi digital menjadi salah satu tantangan utama yang berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar anak. Kondisi ini kerap diperparah oleh kualitas tidur yang menurun akibat penggunaan gawai yang berlebihan.

Lebih jauh, terjadi pula pergeseran pola kepercayaan informasi di kalangan generasi muda. Anak-anak cenderung lebih mempercayai informasi yang mereka temukan di internet dibandingkan arahan dari guru maupun orang tua. Hal ini berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap misinformasi, paparan nilai negatif, hingga penurunan kemampuan berpikir kritis.

Sebagai respons terhadap tantangan ini, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital telah menghadirkan regulasi yaitu PP Tunas sebagai bentuk perlindungan di ruang digital. Namun, upaya ini tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari keluarga sebagai pendamping utama, sekolah sebagai ruang penguatan literasi dan keamanan digital, hingga media yang berperan dalam menyediakan konten positif.

“Perspektif kebijakan ini juga memegang peranan strategis kami di Komisi I DPR RI, untuk memastikan ruang digital tetap aman dan inklusif khususnya bagi anak-anak dan remaja bangsa, karena mereka adalah kunci dari masa depan bangsa. Jika tidak dijaga atau dikawal akan berpengaruh pada masa depan bangsa,” ujar Dave Akbarshah Fikarno.

Melalui pendekatan kolaboratif dan kesadaran bersama, ruang digital diharapkan tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga menjadi tempat yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda secara optimal. (Dwinanda)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....