Dekan FK Unsoed Soroti Mutu Pendidikan Kedokteran
- 08 Apr 2026 15:40 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (FK Unsoed), Dr.dr. M. Mukhlis Rudi Prihatno, M.Kes., M.Si.Med., Sp.An-KNA., menyoroti kondisi pendidikan kedokteran di Indonesia yang saat ini mengalami perkembangan pesat. Pertumbuhan jumlah fakultas kedokteran dinilai cukup signifikan, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan sistem penjagaan mutu yang optimal.
Menurutnya, peningkatan jumlah institusi pendidikan kedokteran seharusnya diiringi dengan kualitas pendidikan yang terjaga. Hal ini penting agar lulusan yang dihasilkan benar-benar kompeten dan siap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara profesional.
“Kalau dunia pendidikan kedokteran saat ini, kita dituntut untuk progresif dalam peningkatan SDM, tapi sayangnya tidak diikuti dengan penjagaan mutu yang baik,” ujarnya kepada RRI, Rabu (8/4/2026).
Rudi menjelaskan bahwa saat ini terdapat lebih dari 140 fakultas kedokteran di Indonesia. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah, khususnya dalam mengawasi dan menjaga standar kualitas pendidikan di setiap institusi.
Permasalahan lain yang muncul juga berkaitan dengan ujian kompetensi dokter. Ia mencontohkan adanya kendala dalam pelaksanaan ujian yang menyebabkan banyak calon dokter tidak lulus, sehingga memunculkan dilema antara menjaga kualitas atau meluluskan demi kebutuhan tenaga medis.
“Nah ini jadi masalah, apakah kemudian diluluskan saja? Kalau diluluskan, konsekuensinya ada pada mutu, dan akhirnya yang dirugikan adalah pasien,” ucapnya.
Dalam menjawab kebutuhan tenaga medis, fakultas kedokteran terus berupaya meningkatkan jumlah lulusan, baik dokter umum maupun dokter spesialis. Khusus untuk dokter spesialis, peningkatan dilakukan melalui perguruan tinggi yang telah memiliki akreditasi unggul.
Selain itu, kontribusi fakultas kedokteran juga diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat, seperti program desa binaan yang telah berjalan di wilayah Kembaran. Program ini tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga diharapkan melibatkan lintas disiplin ilmu.
“Intinya kita harus saling bahu-membahu untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, bukan hanya sehat fisik, tapi juga sehat mental,” ucapnya. (Ilham Ramdhani).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....