Pembenahan Kawasan Kumuh di Purwokerto Utara Tahun 2026

  • 07 Apr 2026 15:24 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) tengah serius merencanakan peremajaan wajah kota. Pada tahun 2026 ini, Kecamatan Purwokerto Utara menjadi prioritas utama penataan mengingat wilayah tersebut memiliki luasan permukiman kumuh terbesar di Kabupaten Banyumas, yakni mencapai 15.391 hektare yang tersebar di Kelurahan Grendeng dan Karangwangkal.

Camat Purwokerto Utara, Kris Sinta Indra Kusumawati, S.STP, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah kabupaten. Tentunya, untuk merevitalisasi kawasan padat penduduk agar memiliki kualitas lingkungan yang lebih sehat dan estetis.

Fokus perbaikan akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing kelurahan.

“Untuk wilayah Grendeng, penanganan akan lebih cenderung pada perbaikan sanitasi dan drainase karena ruas jalannya sudah cukup baik. Namun di Karangwangkal, penataan akan dipusatkan pada area aktivitas masyarakat, seperti lapangan, serta perbaikan jalan dan drainase,” ujarnya saat diwawancarai oleh RRI Purwokerto pada Selasa, (7/4/2026).

Menurut Kris salah satu poin menarik dalam rencana ini adalah penataan Lapangan Karangwangkal yang akan mengusung konsep menyerupai Kota Lama Banyumas. Meski tidak identik sepenuhnya, penggunaan material pavingisasi berkualitas dan penataan lampu hias diharapkan dapat mengubah fungsi lapangan menjadi pusat ekonomi kreatif bagi UMKM, sarana olahraga, hingga tempat berkumpul (juguran) yang nyaman bagi warga.

Terkait progres persiapan, Sinta menyebutkan bahwa tim dari tingkat provinsi telah melakukan penghitungan kembali atas usulan teknis yang diajukan. Sosialisasi kepada masyarakat melalui perangkat RT dan RW pun telah dilakukan untuk menyelaraskan konsep pembangunan dengan keinginan warga setempat.

“Secara prinsip, masyarakat di Karangwangkal maupun Grendeng menyambut baik rencana peremajaan ini. Kami sudah suguhkan ide-ide dari masyarakat kepada konsultan sejak awal, sehingga terjadi kesepakatan terkait konsep pengembangan wilayahnya,” kata Resinta.

Selain aspek estetika, pembenahan drainase di Grendeng menjadi urgensi utama karena seringnya terjadi luapan air saat musim hujan, terutama di area yang elevasinya lebih rendah seperti di sekitar pemakaman. Hal ini disebabkan oleh dimensi drainase yang terlalu kecil serta banyaknya saluran yang tertutup akibat aktivitas pembangunan.

Terakhir, Sinta menyampaikan harapannya agar masyarakat turut mengambil peran dalam menjaga fasilitas yang nantinya akan dibangun. Ia menekankan bahwa kesadaran warga dalam memelihara lingkungan adalah kunci keberhasilan pembangunan jangka panjang.

“Harapan saya, usulan ini segera terealisasi. Namun, kami juga butuh andil masyarakat untuk memelihara sarana yang dibangun. Sebaik apapun pemerintah membangun, jika masyarakat tidak ikut menjaga, seperti membiarkan drainase tersumbat, maka dampaknya tidak akan maksimal. Ayo bareng-bareng bangun Banyumas dan memiliki rasa menjaga terhadap apa yang sudah dibangun,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....