Minim Fasilitas, Kebijakan Bersepeda ke Sekolah Belum Maksimal
- 06 Apr 2026 14:23 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Menanggapi kebijakan efisiensi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah digalakkan, anjuran bagi pelajar untuk bersepeda ke sekolah mulai menjadi sorotan publik. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan konsumsi BBM sekaligus mengurangi polusi udara di wilayah perkotaan, termasuk di Kabupaten Banyumas.
Namun, pada praktiknya, penerapan aturan ini dinilai belum berjalan maksimal di tingkat sekolah. Afiyatul Fitriyani, atau yang akrab disapa Via, seorang siswi dari SMK TI Bina Citra Informatika Purwokerto, mengungkapkan bahwa meskipun informasi mengenai anjuran bersepeda sudah banyak beredar di media massa, tetapi sosialisasi secara resmi dari pihak sekolah masih tergolong minim. Menurutnya, hal ini membuat antusiasme siswa untuk beralih ke sepeda belum terlihat secara signifikan.
“Sejauh ini sih belum ya, belum dikasih tahu (secara resmi) berita tentang anjuran bersepeda itu dari sekolah. Jadi di sekolah saya juga belum mulai, karena memang masih proses,” ujarnya saat diwawancarai oleh RRI Purwokerto pada Senin, (6/4/2026).
Lebih lanjut, Via menjelaskan bahwa jumlah siswa yang membawa sepeda ke sekolah saat ini masih sangat sedikit. Selain karena faktor kebiasaan, tantangan fisik seperti rasa lelah saat tiba di sekolah menjadi pertimbangan utama siswa lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor yang dianggap lebih hemat energi bagi pengendaranya.
Hal serupa juga menjadi sorotan terkait kesiapan infrastruktur sekolah. Via menyebutkan bahwa minimnya fasilitas pendukung di lingkungan sekolah menjadi faktor penghambat utama (disinsentif) bagi para pelajar yang sebenarnya ingin berkontribusi dalam menekan polusi.
“Faktor yang menghambat itu kurangnya fasilitas di sekolah atau di sekitaran umum. Sejauh ini yang saya tahu belum ada fasilitas khusus (seperti parkir sepeda aman) untuk mendukung kebijakan itu,” katanya.
Meskipun terdapat kendala, Via mengakui bahwa kebijakan ini memiliki potensi besar jika didukung secara serius. Beberapa siswa mulai tertarik karena alasan kesehatan dan keinginan untuk menciptakan udara yang lebih bersih di Purwokerto. Menurutnya, efektivitas kebijakan ini sangat bergantung pada keberanian sekolah dalam memfasilitasi kebutuhan siswa.
Terakhir, Via menyampaikan harapannya agar pihak sekolah segera mengambil langkah nyata jika ingin kebijakan ini berjalan sukses. Ia menekankan bahwa penyediaan fasilitas adalah kunci utama agar siswa merasa nyaman dan aman untuk bersepeda ke sekolah.
“Harusnya menyiapkan fasilitas itu. Menurut saya kebijakan ini bisa efektif agar lebih mengurangi polusi udara, asalkan didukung dengan sarana yang memadai,” ujarnya menutup percakapan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....