Polresta Cilacap Nyatakan Mudik Lebaran 2026 Berjalan Lancar
- 06 Apr 2026 11:31 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap: Pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Cilacap secara umum berjalan lancar. Hal ini disampaikan oleh KBO Lantas Polresta Cilacap, Yudi.
Menurut Yudi, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan matang mengingat arus mudik dan balik merupakan agenda nasional tahunan yang membutuhkan perhatian khusus. Meski wilayah Cilacap tidak menjadi jalur utama seperti pantura, pengamanan tetap dilakukan secara maksimal, khususnya di jalur selatan yang dilalui pemudik dari arah Jakarta maupun Surabaya.
“Pada prinsipnya kami mengawal seluruh perjalanan masyarakat, baik arus mudik maupun balik, agar tetap aman dan lancar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jalur yang menjadi fokus pengamanan di wilayah Cilacap hanya sepanjang kurang lebih 10 kilometer, yakni dari Patikraja hingga Buntu. Namun demikian, selama pelaksanaan arus mudik dan balik, tidak ditemukan adanya kepadatan lalu lintas yang signifikan di jalur tersebut.
Penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way pun dilakukan secara terbatas, hanya pada H-2 dan H-3 Lebaran, serta berlangsung satu kali dalam sehari. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mengurai antrean kendaraan, khususnya di kawasan perlintasan kereta api Randegan.
“Hanya ada sedikit antrean di titik perlintasan, namun tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang,” katanya.
Secara keseluruhan, Polresta Cilacap menilai pengamanan arus mudik dan balik tahun ini berjalan baik dan minim keluhan dari masyarakat. Tidak ada laporan kemacetan parah maupun antrean panjang yang berlangsung hingga berjam-jam.
Meski demikian, Yudi mengakui tetap terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan. Namun, kendala tersebut lebih banyak terjadi di kawasan objek wisata yang mengalami lonjakan pengunjung selama libur Lebaran.
Beberapa titik seperti Pantai Teluk Penyu, Sodong, Adipala, hingga Kemiren menjadi lokasi dengan tingkat kepadatan cukup tinggi. Antrean kendaraan menuju lokasi wisata pun tak terhindarkan, meski masih dalam batas wajar.
“Kami terus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa antrean adalah hal yang wajar, demi kenyamanan bersama,” katanya.
Dalam mengatasi berbagai kendala tersebut, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyesuaian waktu lampu lalu lintas atau traffic light secara situasional guna mengurai kepadatan kendaraan.
Ke depan, pihaknya berharap masyarakat tetap mematuhi aturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan saat melakukan perjalanan mudik maupun balik. Ia juga mengimbau pengendara untuk beristirahat jika merasa lelah selama perjalanan.
Selain itu, peningkatan infrastruktur juga menjadi perhatian, seperti pelebaran jalan di kawasan Randegan. Bahkan, opsi pembangunan flyover di titik tersebut dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi potensi kemacetan.
“Harapan kami, ke depan perjalanan mudik dan balik bisa semakin lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....