Pendakian Gunung Slamet Ditutup, Warga Beraktivitas Seperti Biasa
- 06 Apr 2026 11:08 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga: Penutupan jalur pendakian Gunung Slamet mulai Minggu (5/4/2026) mendapat perhatian warga sekitar, terutama yang tinggal di kawasan lereng gunung. Aktivitas vulkanik yang meningkat dalam beberapa hari terakhir menjadi alasan utama penghentian sementara aktivitas pendakian demi keselamatan.
Seorang warga Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Slamet, membenarkan adana penutupan tersebut. Ia menyebut sebelumnya masih ada pendaki yang naik, namun kini seluruh jalur resmi telah ditutup total.
Menurutnya, peningkatan aktivitas Gunung Slamet sebenarnya terjadi dalam dua hari terakhir. Meski status gunung masih berada di Level II atau waspada sejak lebih dari satu tahun, lonjakan aktivitas vulkanik terbaru dinilai cukup signifikan.
“Memang statusnya masih Level II, tapi aktivitasnya dalam dua hari ini meningkat. Ada dentuman dan asap yang terlihat dari kawah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan sebelumnya, radius aman yang tidak boleh dimasuki aktivitas manusia adalah sekitar dua kilometer dari puncak. Namun dalam praktiknya, masih banyak pendaki yang nekat mencapai puncak saat kondisi dianggap relatif aman.
Slamet menambahkan, dampak penutupan pendakian lebih dirasakan oleh pelaku usaha di sekitar jalur pendakian, seperti ojek dan pedagang. Setelah sempat ramai saat momen Lebaran, aktivitas ekonomi kini kembali menurun seiring ditutupnya jalur pendakian.
Sementara itu, bagi masyarakat umum yang tinggal di sekitar lereng Gunung Slamet, aktivitas sehari-hari masih berjalan normal. Warga tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak menunjukkan kepanikan berlebihan.
Ia juga menyebut, tanda-tanda peningkatan aktivitas gunung terlihat dari kepulan asap yang mencapai ketinggian puluhan meter pada pagi hari. Namun saat siang hari, pengamatan menjadi terbatas karena kondisi cuaca yang berkabut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....