Aktivitas Vulkanik Meningkat, Pendakian Gunung Slamet Ditutup

  • 06 Apr 2026 09:56 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Penutupan jalur pendakian Gunung Slamet sejak 5 April 2026 dipastikan berkaitan dengan peningkatan aktivitas vulkanik yang tidak biasa. Lonjakan suhu kawah dan indikasi pergerakan magma menjadi perhatian serius otoritas pengamatan gunung api.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet, Muhammad Rusdi, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan tiga laporan khusus terkait peningkatan aktivitas sejak akhir Maret 2026. Aktivitas tersebut ditandai dengan munculnya gempa frekuensi rendah yang berlangsung intens selama beberapa hari.

Selain itu, hasil pemantauan citra termal menunjukkan kenaikan suhu kawah yang signifikan. Jika sebelumnya suhu berada di kisaran 247,4 derajat Celsius, kini meningkat menjadi 411,2 derajat Celsius pada 3 April dan kembali naik menjadi sekitar 463 derajat Celsius sehari setelahnya.

Menurut Rusdi, lonjakan suhu ini berkaitan dengan adanya migrasi magma dari kedalaman menuju permukaan. Hal tersebut terdeteksi melalui alat pemantau deformasi yang menunjukkan perubahan tekanan di dalam tubuh gunung.

“Kenaikan ini bukan hal yang biasa. Ada indikasi magma bergerak ke atas, sehingga meningkatkan potensi aktivitas erupsi,” ujarnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, radius aman diperluas dari sebelumnya 2 kilometer menjadi 3 kilometer dari kawah. Kebijakan ini sekaligus menjadi dasar penutupan seluruh jalur pendakian di Gunung Slamet.

Rusdi menegaskan bahwa karakter erupsi Gunung Slamet umumnya berupa lontaran abu vulkanik dan lava pijar, berbeda dengan gunung lain yang cenderung menghasilkan awan panas. Meski demikian, potensi bahaya tetap harus diwaspadai, terutama jika tren peningkatan aktivitas terus berlanjut.

Hingga saat ini, status Gunung Slamet masih berada di Level II atau waspada. Namun pemantauan terus dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan status dalam waktu dekat.

Ia juga memastikan bahwa masyarakat yang tinggal di radius 5 hingga 6 kilometer dari puncak masih dalam kondisi aman. Aktivitas warga, terutama petani, tetap dapat berjalan seperti biasa selama berada di luar zona bahaya.

Pihaknya mengimbau masyarakat dan calon pendaki untuk mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan. Selain itu, warga diminta tetap tenang namun waspada, serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari otoritas terkait.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....