Mitigasi Bencana di Sekolah Perlu Diperlu Diperkuat untuk Perlindungan

  • 06 Apr 2026 06:59 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Lingkungan sekolah menjadi salah satu ruang publik yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana. Dengan beragam potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja, penguatan mitigasi menjadi langkah penting untuk melindungi keselamatan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.

BPBD Banyumas menyampaikan bahwa wilayah Banyumas memiliki berbagai potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem, hingga gempa bumi. Bahkan, data menunjukkan jumlah sekolah terdampak bencana meningkat dari 10 sekolah pada 2024 menjadi 14 sekolah pada 2025.

Kesiapsiagaan mandiri semua pihak menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana. Lebih dari 90 persen keselamatan itu berasal dari kesiapsiagaan mandiri, artinya evakuasi mandiri sangat menentukan.

“Mitigasi bencana di sekolah tidak hanya siswa atau guru. Tetapi, staf sekolah, komite sekolah, orang tua, bahkan masyarakat sekolah nanti kita libatkan,” ungkap Joni Kopriyanto, ST. M. Eng - Kasi Sarpras SD Dindik Banyumas dalam Dialog Kenthongan Pro 1 RRI Purwokerto.

Untuk itu, pemerintah mendorong penerapan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di sekolah. Program ini mencakup tiga pilar utama, yaitu fasilitas yang aman manajemen bencana, serta pendidikan pengurangan risiko bencana. Namun, dari hasil evaluasi, aspek edukasi kebencanaan masih perlu ditingkatkan karena baru terpenuhi sebagian kecil.

Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas juga menyatakan dukungannya dalam memperkuat mitigasi bencana di sekolah. Upaya yang dilakukan antara lain penyediaan sarana prasarana, peningkatan koordinasi dengan BPBD, serta mendorong pelaksanaan simulasi bencana agar warga sekolah lebih siap menghadapi kondisi darurat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang tangguh terhadap bencana. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko korban jiwa dan kerugian dapat diminimalkan, serta proses pembelajaran tetap berjalan dengan aman. (Dwinanda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....