Warga Sempor Manfaatkan Lahan Terbatas Jadi Pusat Wisata Kuliner

  • 04 Apr 2026 10:24 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kebumen- Wisata alam Waduk Sempor, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen menjadi salah satu destinasi wisata alam terfavorit yang wajib dikunjungi jika berkunjung ke Kebumen. Di balik kesuksesannya sebagai wisata alam andalan, terdapat cerita perjuangan warga Sempor dalam membangun Waduk Sempor menjadi wisata alam sekaligus pusat wisata kuliner khas Kebumen.

Sebelum menjadi pusat wisata kuliner, area saung rumah pohon Waduk Sempor merupakan lahan milik Pekerjaan Umum (PU) yang berfungsi untuk menahan sedimen. Dengan adanya keterbatasan lahan, maka lahan tersebut dijadikan kebun oleh masyarakat dan ditanami tanaman seperti singkong dan pisang. Hal ini diungkapkan oleh Sargo selaku Ketua Pokdarwis Mukti Marandesa, Desa Sempor.

“Awalnya di sini itu adalah kebun yang digarap oleh warga, Tahun 2009-2010 itu saya waktu Ketua Karang Taruna punya gagasan, bagaimana kalau di sini itu kita jadikan tempat wisata,” ujarnya saat diwawancarai RRI pada Sabtu (4/42026).

Usulan tersebut ditujukan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat di sekitar waduk, sehingga masyarakat tidak hanya bisa menikmati keindahan waduk saja, tetapi juga dapat menjadikannya sebagai mata pencaharian.

Saat ini, kawasan tersebut telah menjadi salah satu kawasan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kebumen terbanyak, terutama saat musim libur lebaran dan tahun baru. Masyarakat sekitar Waduk Sempor juga merasa terbantu dengan adanya kawasan pusat kuliner tersebut.

“Alhamdulillah setiap lebaran itu berkontribusi lah untuk perputaran ekonomi yang lebih luas. Masyarakat sekitarnya, pemudanya, terus sama saja dengan pendapatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Kebumen kan akan bertambah dengan penjualan retribusi itu,” katanya.

Menurut Sargo, masih banyak sudut di Waduk Sempor yang berpotensi untuk dieksplorasi dan dikembangkan menjadi destinasi wisata baru. Ia berharap ke depannya potensi-potensi Waduk Sempor yang belum tersentuh dapat menjadi perhatian khusus pemerintah melalui dinas terkait untuk dikembangkan secara optimal. (Aisha Rahmadanny)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....