BPBD Cilacap Siapkan Ratusan Tangki Air Bersih di Musim Kemarau

  • 03 Apr 2026 13:02 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap - Pemerintah Kabupaten Cilacap mulai bersiap menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi akan lebih kering akibat pengaruh fenomena El Nino. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap pun telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk penyediaan ratusan tangki air bersih.

Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau di wilayah Cilacap diperkirakan mulai terjadi pada Mei 2026, dengan puncak kekeringan diprediksi berlangsung pada Agustus mendatang. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko krisis air di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai upaya untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Salah satunya dengan menyiagakan armada distribusi air.

“Kami dari BPBD Cilacap seperti tahun-tahun kemarin di musim kemarau menyiapkan ketersediaan drooping air bersih, kita punya tiga armada tangka air bersih yang siap mendistribusikan air bersih ke wilayah ketiga memang masyarakat membutuhkan,” ujarnya.

Berdasarkan pemetaan, terdapat sebanyak 105 desa di 24 kecamatan di Cilacap yang masuk kategori rawan kekeringan. Meski demikian, pada musim kemarau tahun sebelumnya, tercatat sebanyak 28 desa di 20 kecamatan yang benar-benar menerima bantuan air bersih.

Untuk memperkuat penanganan, BPBD tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah. Pihaknya juga menggandeng berbagai pihak, termasuk BUMN dan BUMD di Cilacap, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“BPBD menyiapkan ratusan tangki air bersih, namun jika mengalami kekurangan maka akan meminta bantuan dari instansi lainnya, seperti PMI, BUMD, BUMN atau perbankan,” katanya.

Langkah kolaboratif ini dinilai penting agar distribusi air bersih dapat berjalan optimal, terutama jika kebutuhan di lapangan meningkat dan melampaui kapasitas yang tersedia.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk ikut berperan aktif dalam menghadapi musim kemarau.

“Kami menghimbau kepada warga agar menjaga sumber-sumber air yang ada serta merawat embung atau penampungan air di desa masing-masing agar tetap berfungsi dengan baik,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....