Paskah 2026: Potret Nyata Kerukunan Beragama di Banyumas

  • 01 Apr 2026 14:12 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Menjelang perayaan Paskah 2026, suasana toleransi dan keharmonisan antar umat beragama di Kabupaten Banyumas kian terasa kental. Sebagai daerah yang dikenal dengan tingkat toleransi yang tinggi, momentum hari besar keagamaan ini menjadi ajang refleksi sekaligus pembuktian kuatnya persaudaraan di tengah perbedaan keyakinan.

Maful Sugianto, salah satu pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyumas, menjelaskan bahwa perayaan Paskah merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan keberagaman di wilayahnya. Menurutnya, menghargai hari raya agama lain adalah wujud nyata dari kemanusiaan yang saling membutuhkan satu sama lain.

“Paskah adalah hari raya umat Kristiani, dan kami di FKUB tetap menghormati serta menghargai hal tersebut. Sebagaimana kami menghargai hari raya agama lainnya, karena pada dasarnya kita sebagai manusia tidak bisa hidup tanpa manusia lain,” ujarnya saat diwawancarai oleh RRI Purwokerto pada Rabu, (1/4/2026).

Lebih lanjut, Maful mengungkapkan bahwa kerukunan di Banyumas sudah mendarah daging. Hal ini terlihat dari tradisi saling jaga antarumat beragama saat perayaan hari besar berlangsung. Tidak jarang, organisasi massa dari unsur Muslim, seperti Banser, ikut membantu pengamanan di gereja-gereja agar umat Kristiani dapat beribadah dengan nyaman.

“Di Banyumas, toleransi kita sangat tinggi. Saat Idulfitri, kawan-kawan non-muslim ikut menjaga, begitu juga sebaliknya saat Paskah. Kami membantu dari sisi kerukunan, bukan masuk ke ranah ibadahnya. Prinsipnya jelas, agamamu agamamu, agamaku agamaku, tapi secara kemanusiaan kita satu,” katanya.

Keunikan lain yang menonjol di Kabupaten Banyumas adalah inklusivitas FKUB-nya. Maful lmengklaim bahwa FKUB Banyumas merupakan satu-satunya di Indonesia yang secara resmi merangkul dan memasukkan aliran kepercayaan ke dalam struktur organisasi. Hal ini menjadi bukti bahwa Banyumas berkomitmen penuh pada semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Kami berbeda dengan daerah lain. Banyumas satu-satunya yang menerima aliran kepercayaan masuk ke dalam FKUB. Inilah yang membuat kerukunan di sini luar biasa karena semua elemen dirangkul,” katanya.

Terakhir, Maful menyampaikan pesan dan harapannya kepada masyarakat luas agar senantiasa menjaga harmoni yang telah terjalin. Ia menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai payung besar dalam kehidupan berbangsa agar perdamaian tetap terjaga di tengah kemajemukan suku dan agama.

“Harapan kami, masyarakat bisa terus menjaga kerukunan ini. Kita adalah negara yang berbeda-beda, tapi dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa bersatu dan hidup damai dengan siapa pun, termasuk dengan penganut kepercayaan lain,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....