Wabah Chikungunya di Banyumas: Waspadai Gejala Lumpuh Sendi
- 01 Apr 2026 14:09 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Meningkatnya kasus Chikungunya di Banyumas dalam sebulan terakhir, menimbulkan kecemasan tersendiri bagi masyarakat. Berdasarkan data laporan yang masuk ke Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, terdapat beberapa daerah yang terkena dampak kasus Chikungunya, diantaranya Kecamatan Sumbang, Baturaden, dan Sokaraja.
Sub Koordinator P2PM DKK Banyumas, Arif Burhanudin, SKM, MPH mengatakan bahwa saat ini memang terdapat laporan terkait kasus Chikungunya di beberapa tempat. Namun, menurutnya, statusnya masih bersifat diagnosis klinis karena belum dilakukannya pemeriksaan laboratorium atau rapid test khusus untuk menginformasikan penyakit tersebut.
“Secara klinis, memang ada laporan kasus di beberapa tempat. Chikungunya ini gejalanya memang terlihat parah; penderita akan merasakan sakit yang luar biasa pada persendian hingga tidak bisa berjalan, terlihat seperti orang lumpuh,".
Namun, statusnya saat ini masih bersifat diagnosis klinis karena kami belum melakukan pemeriksaan laboratorium atau rapid test khusus untuk mengonfirmasi virusnya,” ujarnya saat diwawancarai oleh RRI Purwokerto.
Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor utama penyebab penyakit Chikungunya. Diantaranya karena kurang efektifnya kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), kondisi cuaca saat ini yang mendukung terciptanya tempat perindukan nyamuk, serta mobilitas masyarakat pasca libur lebaran.
Walaupun tidak berpotensi menyebabkan kematian layaknya penyakit Demam Berdarah. Penyakit ini patut untuk diwaspadai karena dapat mengakibatkan nyeri sendi yang hebat sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Penyakit ini menyerang semua umur, tidak pilih-pilih. Namun, proses pemulihan bisa menjadi sangat lama (berbulan-bulan) jika penderita memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti diabetes atau hipertensi,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas melalui puskesmas telah memberikan penyuluhan dan menggerakan kader di lapangan untuk menggalakkan kembali gerakan PSN. Tentunya, agar kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan semakin meningkat sehingga dapat meminimalisir terjadinya kasus serupa.
Terakhir, ia menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak menimbun sampah-sampah plastik seperti botol, kaleng, dan barang-barang lainnya. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir terciptanya tempat sarang nyamuk yang menjadi pemicu utama penyakit Chikungunya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....