Operator 110 Polresta Banyumas Jadi Garda Terdepan Arus Mudik Lebaran

  • 23 Mar 2026 11:35 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Di tengah tingginya arus mudik Lebaran 2026, operator layanan call center 110 di Polresta Banyumas memegang peran penting sebagai garda terdepan dalam merespons berbagai kebutuhan darurat masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026. Di balik layanan suara yang terdengar tenang, tersimpan dedikasi serta dinamika suka dan duka para personel yang bertugas tanpa henti.

Salah satu operator, Bripda Zakiy, mengaku bangga dapat berkontribusi langsung dalam pelayanan pada momen penting tersebut. Ia menyebut, kepuasan tersendiri dirasakan ketika dapat membantu masyarakat, terutama saat situasi mendesak seperti perjalanan mudik.

“Kami bisa melayani ketika masyarakat benar benar membutuhkan, khususnya di saat penting seperti mudik Lebaran. Saya sangat senang apabila perjalanan masyarakat menjadi aman dan lancar setelah menghubungi layanan 110,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan operator lainnya yang menilai tugas ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ia mengungkapkan, apresiasi dari warga menjadi dorongan untuk terus memberikan pelayanan terbaik, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah Banyumas.

“Suka saya bisa membantu dan melayani masyarakat, sehingga tercipta keamanan dan ketertiban. Apresiasi dari masyarakat menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik. Mudik aman, keluarga bahagia,” tuturnya.

Namun, di balik itu, terdapat pula tantangan emosional yang harus dihadapi. Briptu Ariyanto mengungkapkan bahwa sebagai penerima laporan pertama, dirinya kerap merasakan kecemasan hingga kesedihan saat menerima laporan kecelakaan atau kendala di perjalanan.

“Saya ikut merasa khawatir ketika ada yang mengalami kecelakaan atau kendaraannya rusak di tengah perjalanan mudik,” ungkapnya.

Di sisi lain, pengorbanan pribadi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari tugas tersebut. Ia harus merelakan momen Lebaran bersama keluarga demi menjalankan tugas.

“Saya tidak bisa berkumpul dengan keluarga tahun ini. Ketupat dan opor hangat masakan orang tua pun harus saya lewatkan. Bahkan baju Lebaran saya adalah seragam dinas Polri ini,” katanya dengan nada haru.

Meski demikian, para operator tetap menunjukkan komitmen tinggi dalam menjalankan tugasnya. Mereka menyadari bahwa setiap panggilan yang masuk membawa harapan masyarakat akan pertolongan cepat, sehingga kehadiran layanan 110 menjadi penghubung vital antara warga dan aparat kepolisian di lapangan. (PID Presisi Humas Polresta Banyumas).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....