BMKG: Sejumlah Wilayah Jawa Tengah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat

  • 20 Mar 2026 09:00 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang merilis prakiraan cuaca umum wilayah Jawa Tengah. Prakiraan tersebut berlaku pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.

Dalam rilis tersebut disebutkan, kondisi cuaca pada pagi hari umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun, terdapat potensi hujan ringan di wilayah Wonogiri dan sekitarnya.

Memasuki siang hingga sore dan awal malam hari, cuaca diperkirakan didominasi kondisi berawan dengan peluang hujan ringan hingga sedang di berbagai wilayah. BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang, terutama di wilayah pegunungan, dataran tinggi, Solo Raya, Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang dan genangan air. Secara umum, angin bertiup dari arah barat hingga utara dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 35 km per jam.

Suhu udara di Jawa Tengah diperkirakan berada pada kisaran 18 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 60 hingga 95 persen. Sementara itu, prakiraan cuaca di sejumlah kota menunjukkan variasi intensitas hujan.

Wilayah seperti Cilacap, Purwokerto, dan Kebumen diperkirakan mengalami hujan ringan. Adapun daerah seperti Wonosobo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, hingga Surakarta berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di wilayah Temanggung, Kendal, Batang, serta Salatiga. Sementara wilayah pesisir seperti Jepara, Demak, dan Tegal cenderung mengalami hujan ringan hingga sedang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, khususnya bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun di daerah rawan bencana. Prakiraan ini disusun oleh prakirawan BMKG dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kondisi atmosfer terkini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....