Baznas Banyumas Himpun Zakat Rp25,25 Miliar, Tertinggi di Jawa Tengah

  • 13 Mar 2026 16:20 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyumas mencatat capaian pengumpulan zakat sebesar Rp25,25 miliar pada 2025. Angka tersebut menjadikan Banyumas sebagai daerah dengan pengumpulan zakat tertinggi di Jawa Tengah.

Ketua Baznas Kabupaten Banyumas, Khasanatul Mufidah, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyumas.

“Untuk tahun 2025, kita masih memegang pengumpulan terbanyak dengan Rp25,25 miliar,” ujar Khasanah saat kegiatan Gerakan Cinta Zakat yang digelar Baznas Banyumas, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan, terdapat enam organisasi perangkat daerah (OPD) di Banyumas yang telah mencapai capaian 100 persen dalam pengumpulan zakat, yakni BKPSDM, Dinas Pendidikan, Dinperkim, Setda, BPBD, serta DPMPTSP. Sementara, pada tingkat kecamatan, capaian serupa diraih oleh Kecamatan Tambak, Ajibarang, Kedungbanteng, dan Cilongok.

Menurutnya, dana zakat yang terkumpul tersebut nantinya disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program, baik bantuan konsumtif maupun pemberdayaan produktif.

“InsyaAllah apa yang disalurkan oleh masyarakat Banyumas akan kami kelola dengan sebaik mungkin,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menunaikan zakat sebagai bagian dari kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat kesejahteraan umat.

Ia menilai potensi zakat umat Islam di Banyumas cukup besar dan dapat menjadi kekuatan penting dalam mendukung berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta kegiatan sosial lainnya.

“Zakat itu sifatnya sukarela. Itu urusan pribadi masing-masing dengan Tuhan. Saya tidak memaksakan, tetapi saya menghimbau kepada seluruh kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk menunaikan zakat melalui mekanisme yang lebih sistematis, salah satunya melalui sistem pemotongan langsung atau payroll system,” ujar Sadewo.

Ia berharap zakat dapat menjadi bagian dari budaya kepedulian, budaya berbagi, serta semangat gotong royong yang telah menjadi karakter masyarakat Banyumas.

“Jika zakat kita kelola dengan baik, transparan, dan penuh amanah, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat kita sendiri dan menjadi bagian dari upaya besar membangun Banyumas yang lebih sejahtera dan berkeadilan,” ujarnya.

Pada momentum Ramadan tahun ini, Baznas Banyumas juga menyalurkan dana sekitar Rp1,1 miliar melalui sejumlah program sosial, di antaranya santunan bagi marbot, bantuan dhuafa, santunan anak yatim, program mudik gratis, posko mudik, serta program zakat fitrah.

Di posko mudik yang rencananya didirikan di jalur Jatilawang, Baznas juga menyiapkan layanan Z-Coffee dan Z-Auto, yakni fasilitas kopi gratis serta layanan perbengkelan bagi para pemudik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....