Ramadan Jadi Momentum Pembinaan Spiritual Warga Binaan di Bapas Purwokerto
- 12 Mar 2026 11:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Balai Pemasyarakatan (Bapas) Purwokerto memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk memperkuat pembinaan spiritual dan kepribadian bagi warga binaan Bapas. Melalui berbagai kegiatan keagamaan dan pendampingan, warga binaan diharapkan dapat memperbaiki diri serta siap kembali menjalani kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Pembimbing Kemasyarakatan Madya Bapas Purwokerto, Hadi Prasetyo H, menjelaskan bahwa Bapas memiliki peran penting dalam proses pembinaan klien pemasyarakatan. Tugas tersebut meliputi penelitian kemasyarakatan, pembimbingan, pengawasan, hingga pendampingan terhadap warga binaan yang menjalani program integrasi di luar lembaga pemasyarakatan.
Menurutnya, pembinaan ini bertujuan meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandirian klien. Hal itu dilakukan agar mereka mampu menyadari kesalahan, memperbaiki diri, serta kembali menjalankan peran sosialnya secara wajar di masyarakat.
“Tujuan dari pemasyarakatan adalah agar warga binaan bisa menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, dan nantinya dapat diterima kembali oleh masyarakat serta menjalankan fungsi sosialnya sebagai warga negara,” katanya.

Selama Ramadan, Bapas Purwokerto menggelar berbagai kegiatan amaliah Ramadan yang diikuti oleh klien pemasyarakatan. Kegiatan tersebut berupa bimbingan kelompok, pembinaan keagamaan, serta pemberian santapan rohani guna memperkuat nilai-nilai spiritual selama menjalankan ibadah puasa.
Selain kegiatan pembinaan, Bapas Purwokerto juga berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan dengan memperluas jangkauan layanan melalui pembentukan Pos Bapas di beberapa wilayah kerja. Pos tersebut kini telah hadir di Kabupaten Kebumen, Purbalingga, dan Banjarnegara.
"Keberadaan Pos Bapas tersebut memudahkan warga binaan dalam mengakses layanan pembimbingan tanpa harus datang langsung ke kantor Bapas Purwokerto," katanya kembali.
Dengan demikian, warga binaan dapat lebih mudah mengikuti program pembinaan sekaligus menghemat waktu dan biaya perjalanan. Meski begitu, Hadi mengakui salah satu tantangan yang dihadapi yakni keterbatasan pertemuan langsung dengan warga binaan yang sedang bekerja atau berada di luar daerah.
Dalam kondisi tersebut, petugas Bapas terpaksa melakukan pendampingan secara daring melalui panggilan video. “Pembinaan secara langsung memang lebih efektif karena komunikasi bisa terjalin lebih baik. Namun jika tidak memungkinkan, kami tetap melakukan pendampingan melalui video call agar pengawasan tetap berjalan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, hingga saat ini berbagai tantangan tersebut masih dapat diatasi dan tidak menimbulkan peningkatan signifikan terhadap kasus pengulangan tindak pidana oleh warga binaan. Sehingga Bapas Purwokerto berharap para warga binaan dapat memanfaatkan masa pembinaan dengan sebaik-baiknya untuk memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
“Perubahan itu berawal dari diri sendiri. Kami berharap para klien dapat menjalani program pembinaan dengan sungguh-sungguh agar ke depan bisa hidup lebih baik dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....