Longsor Putus Jalan di Cilibur Brebes, Aktivitas Belajar Siswa Direlokasi

  • 11 Mar 2026 09:55 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Brebes – Bencana longsor terjadi di Dukuh, Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Longsor yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) tersebut mengakibatkan jalan kabupaten yang menghubungkan sejumlah desa terputus.

Kepala Desa Cilibur, Nurohman, mengatakan longsor dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, tebing di sekitar jalan ambrol dan menyeret sebagian badan jalan.

Menurutnya, kerusakan yang terjadi cukup parah karena badan jalan sepanjang lebih dari 20 meter hilang dengan ketinggian tebing mencapai sekitar 30 meter.

“Longsor ini cukup parah karena memutus jalur jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Cilibur dengan beberapa desa lain seperti Langkap, Plompong, dan Adisana. Bentangan badan jalan yang hilang lebih dari 20 meter dengan ketinggian tebing sekitar 30 meter,” ujarnya.

Selain merusak akses jalan, longsor juga berdampak pada fasilitas pendidikan di sekitar lokasi. Bangunan toilet milik SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan yang berada di tepi tebing dekat jalan turut terbawa material longsor. Beberapa bagian bangunan sekolah lainnya juga mengalami retakan hingga ke area halaman sekolah.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Brebes, Rismanto, mengatakan bangunan toilet sekolah tersebut baru selesai dibangun sekitar dua bulan lalu dan posisinya berada di atas tebing dekat badan jalan.

“Bangunan toilet yang terdampak itu milik SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan. Bangunan tersebut berada di tebing dekat jalan, sehingga saat longsor terjadi bangunan itu ikut terbawa material tanah,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi risiko longsor susulan, pihak BPBD mengimbau sekolah mengosongkan sementara ruang kelas yang berada segaris dengan lokasi longsor. Kegiatan belajar mengajar siswa pun direlokasi ke tempat lain yang lebih aman.

“Sementara ini kami mengimbau agar ruang kelas yang berada di dekat lokasi longsor dikosongkan terlebih dahulu dan kegiatan belajar mengajar dipindahkan sementara ke lokasi yang lebih aman,” kata Rismanto.

Di sisi lain, akses jalan yang terputus juga berdampak pada mobilitas warga. Jalan tersebut merupakan jalur menuju pasar yang berjarak sekitar 50 hingga 100 meter dari lokasi sekolah. Untuk sementara warga membuat jalur alternatif berupa jalan setapak di belakang sekolah agar tetap bisa beraktivitas.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Pekerjaan Umum berencana merelokasi jalur jalan yang putus tersebut dengan membuat trase baru yang memutar di belakang area sekolah, guna menghindari lokasi tebing yang rawan longsor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....