Longsor Putus Jalan Cilibur–Plompong Brebes, Aktivitas Belajar Siswa Dipindahkan

  • 10 Mar 2026 15:04 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Brebes – Kondisi longsor di Jalan Cilibur–Plompong, tepatnya di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, hingga kini masih rawan. Bahu jalan dilaporkan putus total akibat longsor tebing dan masih berpotensi terjadi longsor susulan karena kondisi tanah yang labil.

Kepala Desa Cilibur, Nurohman, mengatakan peristiwa longsor terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Longsor dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, longsoran cukup parah karena memutus jalan kabupaten yang menjadi jalur penghubung antar desa dan kecamatan. Material longsor bahkan menyebabkan badan jalan sepanjang lebih dari 20 meter hilang dengan tinggi tebing mencapai sekitar 30 meter.

“Longsor ini cukup parah karena memutus jalur jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Cilibur dengan beberapa desa lain seperti Langkap, Plompong, dan Adisana. Bentangan badan jalan yang hilang lebih dari 20 meter dengan ketinggian tebing sekitar 30 meter,” ujarnya.

Selain merusak akses jalan, longsor juga berdampak pada fasilitas pendidikan di sekitar lokasi. Bangunan toilet milik SMP Muhammadiyah yang berada di atas tebing dekat jalan turut terbawa longsoran. Beberapa bagian bangunan sekolah lainnya juga mengalami retakan hingga ke area halaman sekolah.

Untuk menjaga keselamatan siswa, kegiatan belajar mengajar di SMP Muhammadiyah sementara dipindahkan ke Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Muhammadiyah yang masih berada di Desa Cilibur. Proses pembelajaran dilakukan secara bergantian menggunakan ruang kelas yang tersedia.

“Untuk sementara kegiatan belajar siswa dipindahkan ke madrasah demi keamanan, karena kondisi tanah di sekitar sekolah masih labil,” kata Nurohman.

Ia menambahkan, material longsor juga menutup sebagian aliran sungai di bawah tebing sehingga diperlukan upaya normalisasi agar aliran air kembali lancar.

Saat ini Pemerintah Desa Cilibur telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Brebes. Pihak dinas terkait juga telah melakukan peninjauan dan mempertimbangkan kemungkinan relokasi jalur jalan karena kondisi tanah yang dinilai masih rawan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsor tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat. Warga harus memutar melalui jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh untuk menuju pasar, sekolah, maupun pusat pemerintahan kecamatan.

“Biasanya warga hanya butuh dua sampai tiga menit menuju pasar, sekarang harus memutar hingga sekitar 20 menit,” jelasnya.

Pemerintah desa berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan agar akses transportasi masyarakat dapat kembali normal dan risiko longsor susulan dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....