Panen Sayuran Warga Binaan Rutan Banyumas
- 09 Mar 2026 16:53 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Program pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banyumas kembali menunjukkan hasil nyata. Warga binaan bersama petugas berhasil memanen puluhan kilogram sayuran dari kebun asimilasi yang berada di area luar rutan, Senin (9/3/2026).
Dalam kegiatan panen tersebut, warga binaan berhasil memanen 40 kilogram terong, 30 ikat kangkung, serta 10 kilogram pare. Sayuran tersebut merupakan hasil budidaya yang dilakukan langsung oleh warga binaan melalui program pembinaan kemandirian di bidang pertanian.
Proses budidaya dilakukan secara menyeluruh oleh warga binaan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga masa panen. Komoditas yang ditanam dipilih dari jenis sayuran yang relatif mudah dibudidayakan serta memiliki masa panen yang cepat.
Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto mengatakan, kegiatan pertanian ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter dan keterampilan bagi warga binaan.
“Program pembinaan melalui kegiatan pertanian ini kami dorong agar warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat. Mereka belajar mulai dari menanam, merawat tanaman, hingga memanen hasilnya. Harapannya ketika mereka kembali ke masyarakat, keterampilan ini bisa menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Anggi.
Selain menjadi sarana pembinaan, hasil panen sayuran juga dimanfaatkan untuk mendukung operasional rutan. Sebagian hasil panen digunakan sebagai bahan makanan untuk menu dapur bagi warga binaan.
Sementara sebagian lainnya dijual ke pasar sekitar. Hasil penjualan tersebut kemudian digunakan kembali untuk mendukung keberlanjutan program pertanian, seperti pembelian bibit, pupuk, serta perawatan kebun asimilasi.
“Kami berupaya agar kegiatan ini berkelanjutan. Hasil penjualan sayuran digunakan kembali untuk perawatan dan pengembangan kebun, sehingga program ini bisa terus berjalan dan hasilnya semakin optimal,” ucap Anggi menambahkan.
Salah seorang warga binaan berinisial D (50) yang terlibat dalam kegiatan panen mengaku senang dapat ikut serta dalam program tersebut. Ia menyebut kegiatan berkebun memberikan pengalaman sekaligus kebanggaan karena hasilnya dapat dimanfaatkan secara langsung.
“Kami merasa senang bisa ikut berkebun. Dari awal menanam sampai panen kami kerjakan bersama. Rasanya bangga ketika melihat hasilnya bisa dimanfaatkan untuk dapur rutan dan juga dijual,” ujarnya.
Melalui program pembinaan kemandirian seperti ini, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banyumas berupaya menghadirkan kegiatan produktif yang tidak hanya memberikan keterampilan kerja, tetapi juga menumbuhkan semangat kemandirian serta harapan baru bagi warga binaan untuk menata masa depan setelah kembali ke masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....