DKUKMP Banyumas Temukan Produk UMKM Tak Layak Konsumsi

  • 06 Mar 2026 14:20 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas meningkatkan pengawasan terhadap produk pangan UMKM menjelang Idulfitri. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peredaran makanan yang tidak layak konsumsi maupun yang mengandung bahan berbahaya.

Penguji Mutu Barang DKUKMP Kabupaten Banyumas, Choliq Satrio, mengatakan pengawasan telah dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Dinas Kesehatan di sejumlah pasar, salah satunya Pasar Banyumas.

Petugas mengambil sampel beberapa produk pangan yang banyak dijual pelaku UMKM, seperti kerupuk karak, jipang, candil, serta kerupuk berwarna yang biasa digunakan sebagai pelengkap soto. Selain itu, pada hasil pengujian tersebut ditemukan produk teri nasi yang positif mengandung formalin, sehingga dinilai tidak aman untuk dikonsumsi.

“Beberapa produk tersebut kami lakukan pengecekan. Dari hasil pengujian BPOM ditemukan ada yang mengandung zat berbahaya seperti rodamin pada kerupuk karak, jipang, candil, serta kerupuk berwarna hijau dan pink,” ujar Choliq, Jumat (06/03/26).

Choliq menambahkan, selain masalah bahan berbahaya, kesalahan yang sering dilakukan pelaku UMKM juga berkaitan dengan label pada kemasan produk. Banyak produk yang belum mencantumkan informasi penting seperti tanggal kedaluwarsa maupun tanggal produksi.

“Kesalahan yang sering terjadi adalah tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa. Jika memang belum dapat menentukan masa kedaluwarsa, seharusnya pelaku usaha setidaknya mencantumkan tanggal produksi,” jelasnya.

DKUKMP Banyumas mengimbau para pelaku UMKM untuk lebih memperhatikan keamanan pangan serta kelengkapan informasi pada kemasan produk, terutama menjelang lebaran. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan konsumen sekaligus memastikan produk yang beredar aman untuk dikonsumsi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....