Siti Mukaromah, Mahasiswa Harus Peka Isu Global
- 04 Mar 2026 21:20 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah mengingatkan mahasiswa, khususnya yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banyumas, agar peka terhadap dinamika global, terutama perang di Timur Tengah yang berdampak luas hingga ke Indonesia.
Hal itu disampaikan Siti Mukaromah, yang akrab disapa Erma, saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XL PMII Banyumas di Gedung NU Banyumas, Rabu (4/3/2026) petang. Kegiatan tersebut dihadiri puluhan kader PMII serta sejumlah alumni, di antaranya Rektor UIN Saizu Purwokerto.
Menurut Erma, konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat bukan sekadar persoalan regional. Ia menilai Iran sebagai negara yang tidak ingin tunduk pada kepentingan asing, sehingga melakukan perlawanan ketika mendapat serangan, termasuk terbunuhnya sejumlah pimpinan mereka.
“Dampak perang ini akan merembet ke banyak negara, termasuk Indonesia. Harga minyak dunia bisa naik dan jalur distribusi barang serta jasa terganggu karena melintasi Selat Hormuz,” ujarnya.
Ia menegaskan, mahasiswa harus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama barang impor. Termasuk bahan bakar minyak (BBM) yang sebagian pasokannya berkaitan dengan kawasan Timur Tengah.
“Kalian harus mempersiapkan diri. Jika konflik Israel dan Iran terus berlanjut, harga kebutuhan pokok bisa naik. BBM juga berpotensi terdampak karena distribusinya berkaitan dengan kawasan tersebut,” kata Erma.
Selain isu geopolitik, Erma juga menyoroti persoalan kesehatan mental di kalangan generasi muda. Ia meminta kader PMII aktif menjadi relawan dan agen kepedulian terhadap kesehatan mental, baik di lingkungan kampus maupun di kalangan pelajar.
Mahasiswa, menurutnya, harus berani memastikan tidak ada perundungan dan kekerasan. Jika menemukan kasus tersebut, mereka diminta segera melaporkan kepada pihak kampus atau aparat berwenang.
“Ada kasus bunuh diri di kalangan anak dan remaja yang cukup tinggi. Dalam setahun di Indonesia tercatat 115 kejadian. Artinya, persoalan kesehatan mental ini sangat serius,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan Konfercab ke-XL PMII Banyumas, Erma berharap forum tersebut menjadi ajang kader untuk berproses secara matang, baik dalam kepemimpinan maupun penguatan kapasitas diri.
“Konfercab ini bukan sekadar memilih ketua, tetapi momentum berproses untuk mempersiapkan masa depan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....