Dosen FTS UMP Raih Hibah RISPRO LPDP 2025 untuk Pengembangan Energi Hijau

  • 04 Mar 2026 15:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Dosen Fakultas Teknik dan Sains Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FTS UMP) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tim peneliti yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Anwar Ma’ruf, IPM berhasil meraih Hibah Program Pendanaan Riset Inovasi Produktif (RISPRO) Invitasi Berkemajuan 2025. Program ini merupakan kolaborasi antara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Penelitian yang diangkat berjudul “Pengembangan Komposit Membran Berbasis Tanah Liat - Nano CaO - Selulosa Asetat sebagai Proton Exchange Membrane untuk Produksi Green Hydrogen”. Riset tersebut berfokus pada pengembangan teknologi energi terbarukan berbasis hidrogen hijau (green hydrogen) sebagai alternatif pengganti energi fosil.

Tim peneliti terdiri atas Prof. Dr. Ir. Anwar Ma’ruf, IPM sebagai ketua, dengan anggota Eqwar Saputra, S.T., M.T. (UMP), Siti Zulaehah, S.Si., M.Eng. (UMP), Dr. A’rasy Fahruddin, S.T., M.T. (UM Sidoarjo), dan Binyamin, S.T., M.T., Ph.D. (UM Kalimantan Timur).

Prof. Anwar mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut kepercayaan ini diraih setelah melalui tahapan seleksi yang panjang, mulai dari administrasi, substansi, hingga keuangan. Menurutnya, hibah ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk menghasilkan produk riset yang benar-benar bermanfaat bagi mitra dan masyarakat.

“Tentu kepercayaan ini disertai tanggung jawab yang besar, yaitu bagaimana penelitian ini benar-benar dapat menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan oleh mitra maupun masyarakat pada umumnya,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Rabu (4/3/2026).

Agar penelitian berjalan optimal, tim akan melakukan koordinasi menyeluruh, termasuk pembagian tugas yang jelas serta persiapan bahan dan peralatan penelitian, sehingga seluruh proses dapat berjalan sesuai target.

“Untuk melaksanakan penelitian dengan baik, kami akan melakukan koordinasi dengan seluruh tim, melakukan pembagian tugas, serta menyiapkan bahan dan peralatan penelitian agar seluruh proses berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan,” kata Prof. Anwar.

Ia menjelaskan, tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan matrix membrane berbasis membran keramik dari tanah liat yang dilapisi selulosa asetat dan nano CaO agar memenuhi kriteria sebagai Proton Exchange Membrane (PEM). Selain itu, tim juga menargetkan pengembangan modul membran untuk proses elektrolisis yang mampu menghasilkan hidrogen dengan efisiensi tinggi.

Melalui riset ini, tim menargetkan lahirnya produk membran (PEM) dan modul membran yang mampu memproduksi green hydrogen dengan merek Green Hydrogen Muhammadiyah (gH2Mu). Inovasi ini diharapkan menjadi salah satu solusi energi alternatif masa depan yang ramah lingkungan serta berkontribusi mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Green hydrogen yang dihasilkan nantinya berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil, serta untuk sistem hydrogen fuel cell yang dapat menghasilkan energi listrik.

Dekan FTS UMP, Dr. T. Ir. Iskahar, S.T., M.T., turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini semakin menegaskan posisi FTS UMP di garis depan riset energi terbarukan di Indonesia. Menurutnya, hibah RISPRO LPDP bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan wujud kontribusi nyata terhadap target Net Zero Emission.

Ia menegaskan, melalui inovasi gH2Mu, FTS UMP ingin membuktikan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah mampu menghasilkan teknologi tinggi yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

“Melalui inovasi ‘gH2Mu’, kami ingin membuktikan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah khususnya FTS UMP mampu menghasilkan teknologi tinggi yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil demi masa depan bumi yang lebih baik,” tuturnya.

Jajaran dekanat FTS UMP, lanjutnya, berkomitmen penuh mendukung proses hilirisasi riset tersebut. Harapannya, gH2Mu tidak berhenti pada tahap prototipe laboratorium, tetapi berkembang menjadi produk industri yang kompetitif.

“Kehadiran Proton Exchange Membrane (PEM) berbasis material lokal ini adalah jawaban atas tantangan teknologi energi murah dan ramah lingkungan yang sangat dibutuhkan oleh sektor transportasi dan kelistrikan saat ini,” ucapnya.

Capaian ini semakin mempertegas komitmen FTS UMP dalam mendorong riset inovatif yang berdampak nyata bagi masyarakat serta berkontribusi dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Melalui inovasi gH2Mu, FTS UMP optimistis dapat mengambil peran penting dalam transisi energi nasional menuju masa depan yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....